Pelabuhan Minyak Rusia Diserang, Harga Minyak Bergejolak

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Pelabuhan Minyak Rusia Diserang, Harga Minyak Bergejolak

Share this article

Gotrade News - Pelabuhan minyak Primorsk di Rusia terbakar setelah serangan drone pada Minggu (23/3/2026), memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Kebakaran ini terjadi di tengah peningkatan ketegangan Timur Tengah yang sudah membebani pasar minyak dunia.

Tim penanggulangan darurat masih berupaya memadamkan api, dan semua personel telah dievakuasi dari lokasi. Serangan ini menunjukkan peningkatan risiko keamanan bagi infrastruktur minyak yang vital di kawasan tersebut.

Seiring itu, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memaksa harga minyak dunia bergejolak. Suasana pasar semakin memanas setelah ancaman baru dari Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan masing-masing sebesar 65 sen dan 84 sen per barrel. Situasi genting ini menggiring pasar pada situasi volatilitas yang sulit diprediksi dalam waktu dekat.

Vandana Hari dari Vanda Insights menyebutkan, gejolak ini akan berlangsung sepanjang dinamika geopolitik tidak menemukan titik damai. Ancaman terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah menggambarkan betapa serius dampak konflik ini.

Direktur IEA, Fatih Birol, memperingatkan bahwa krisis saat ini lebih mengkhawatirkan dibandingkan krisis minyak terdahulu. Produksi minyak di negara-negara Teluk, termasuk Irak, menghadapi kondisi tekanan besar dan mungkin berimbas pada pasokan global.

Dengan pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti, output minyak dari kawasan Timur Tengah diperkirakan menurun drastis. Gangguan ini sangat mungkin mengubah peta energi global selama ketegangan berlangsung.

Pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitasnya bisa berujung pada implikasi jangka panjang. Prospek eskalasi lebih lanjut menjadi risiko nyata bagi stabilitas energi dunia.

Aktivitas di Selat Hormuz yang menangani 20% aliran energi dunia menurun, sementara kondisi force majeure diumumkan di Irak, menunjukkan tekanan pasar yang tidak terelakkan. Pelonggaran sanksi sementara tidak mengubah ketegangan yang ada.


Referensi:

Featured Image: GPT Image 1.5

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade