Gotrade News - Harga emas dunia terus melemah selama enam hari berturut-turut, menandai tren terburuk sejak akhir 2024. Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% memicu penurunan harga ini. The Fed mencatat pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat dari perkiraan sebelumnya dengan inflasi yang masih tinggi, yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga ke depan.
Kondisi ini semakin kompleks dengan ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel. Serangan terhadap fasilitas energi oleh kedua negara meningkatkan ekspektasi pasar terhadap aset safe haven seperti emas. Meskipun potensi pemangkasan suku bunga masih ada, para pelaku pasar mulai skeptis terhadap kemungkinan langkah ini.
Sementara itu, harga emas Antam dalam negeri masih bertahan di Rp 2.996.000 per gram, tanpa perubahan sejak Rabu sebelumnya. Pembaruan harga emas Antam selalu dilakukan setiap pukul 08.30 WIB, menandakan stabilitas harga di tengah gejolak global.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengisyaratkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lama sebagai respons terhadap kenaikan harga energi. Meski tidak seagresif kekhawatiran sebelumnya, hal ini tetap menjadi tekanan bagi harga emas.
Kepala strategi logam MKS PAMP SA, Nicky Shiels, mencatat sikap hati-hati Powell dalam menjaga mandat ganda The Fed. Tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga menjadi faktor utama pelemahan harga emas saat ini. Namun, ketegangan di Timur Tengah menambah lapisan kompleksitas bagi ansiosa pasar.
Pasar mencermati perkembangan kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik yang dapat menggerakkan harga emas lebih lanjut. Sementara harga emas internasional bergerak dinamis, persaingan antara suku bunga dan risiko geopolitik menjadi kunci utama untuk menentukan arah harga berikutnya.
Emas Antam, tersedia dalam berbagai ukuran, menawarkan pilihan bagi investor untuk menyesuaikan investasi mereka sesuai kebutuhan. Meski harga belum berubah, pembaruan harga harian menjadi panduan bagi investor dalam mengambil keputusan.
Dengan demikian, kombinasi dari faktor ekonomi dan geopolitik saat ini menempatkan harga emas dalam posisi yang menantang. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah bisa membawa sentimen beragam yang mempengaruhi keputusan investor dalam beberapa hari ke depan.
Referensi:
- Liputan6, Harga Emas Melemah 6 Hari Beruntun, Kebijakan Fed dan Perang Iran Jadi Pemicu. Diakses 19 Maret 2026
- Kompas, Harga Emas Antam Hari Ini (19/3) Bertahan, Masih di Rp 2,996 Juta per Gram. Diakses 19 Maret 2026
- Kabar Bursa, Emas Lanjut Jatuh ke USD4.800 usai Keputusan The Fed. Diakses 19 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












