Gotrade News - Harga avtur melonjak akibat perang di Timur Tengah, namun pemerintah menjamin harga tiket pesawat tetap terjangkau. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan langkah mitigasi diterapkan untuk melindungi daya beli masyarakat sekarang.
- Kenaikan harga avtur lonjakan biaya operasional maskapai.
- Pemerintah tanggapi dengan subsidi dan perubahan kebijakan tarif.
- Harga tiket diprediksi naik terbatas berkat intervensi.
Lonjakan harga avtur telah memicu efek domino dalam industri penerbangan. Fuel surcharge meningkat, dengan tarif untuk pesawat jet naik dari 10% menjadi 38% dan untuk pesawat propeller dari 25% ke 38%.
Subsidi PPN tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 11% dan penghapusan bea masuk suku cadang menjadi 0% merupakan langkah pemerintah dalam menghadapi situasi ini. Dengan kebijakan ini, harga tiket hanya naik 9% hingga 13%, lebih rendah dibandingkan potensi tanpa intervensi.
Sebagai contoh, rute Jakarta–Yogyakarta yang sebelumnya sekitar Rp 972.780 diperkirakan naik menjadi Rp 1,06 juta hingga Rp 1,09 juta. Sementara rute Jakarta–Balikpapan akan naik ke kisaran Rp 2,8 juta hingga Rp 2,9 juta dari semula Rp 2,6 juta.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa kebijakan ini menjaga keseimbangan industri dan masyarakat di tengah tekanan global. Kebijakan fiskal ini menahan sebagian kenaikan tarif dari dibebankan ke penumpang.
Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini juga menguntungkan ekonomi nasional. Output PDB diperkirakan meningkat hingga 1,49 miliar dollar AS atau sekitar Rp 24,58 triliun, mengisyaratkan dampak positif dari strategi pemerintah.
Referensi:
- Berita Satu, Kenaikan Harga Tiket Pesawat setelah Penyesuaian. Diakses 7 April 2026
- Bloomberg Technoz, Harga Avtur Naik, Pemerintah Jaga Tiket Pesawat Terjangkau. Diakses 7 April 2026
- Kompas, Efek Berantai Avtur Mahal: Tiket Naik Terbatas, Rute Maskapai Diubah, Pemerintah Turun Tangan. Diakses 7 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













