Gotrade News - Pemerintahan Trump memulai penyelidikan perdagangan baru yang mungkin membuka jalan bagi tarif baru. Penyelidikan ini menargetkan 16 ekonomi besar, termasuk China, India, dan Uni Eropa.
Key Takeaways:
- Investigasi dapat berujung pada tarif baru yang berdampak luas.
- Penyelidikan mencakup negara-negara dengan kapasitas manufaktur berlebih.
- Tawaran Trump menggantikan tarif yang dibatalkan Mahkamah Agung.
Investigasi ini menggunakan Undang-Undang Perdagangan 1974 Pasal 301, memungkinkan AS menerapkan tarif pada negara-negara yang dianggap melakukan praktik perdagangan tidak adil. Trump mengatakan, ini untuk menggantikan tarif sebelumnya yang dibatalkan Mahkamah Agung AS.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan, penyelidikan akan mengkaji tindakan dan kebijakan negara-negara tersebut. Fokus adalah kapasitas manufaktur berlebih dan dampaknya terhadap perdagangan AS.
Langkah ini muncul setelah keputusan Treasury untuk menaikkan tarif global menjadi 15%. Tarif baru diharapkan kembali ke tingkat sebelumnya dalam lima bulan meski ancaman fiskal tetap ada.
Dalam waktu bersamaan, 24 negara bagian yang dipimpin Demokrat menggugat pemerintahan Trump terkait tarif baru 10% tersebut. Potensi kekurangan pendapatan mencapai $1,7 triliun dalam satu dekade.
Menurut Komite Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab, dampak fiskal dari tarif baru dinilai jauh lebih rendah dari harapan. Ini menambah ketidakpastian terhadap kebijakan perdagangan saat ini.
Referensi:
- Bloomberg, Trump Tariffs Revival: Trade Investigations Launched in China, EU. Diakses 12 Maret 2026
- Benzinga, Trump Launches Trade Probe On 16 Partners, Including China, India, EU. Diakses 12 Maret 2026
- CNBC, Trump Trade Investigations IEEPA Tariffs. Diakses 12 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













