Gotrade News - Pasar kripto berada di bawah tekanan besar setelah serangan militer gabungan AS-Israel terhadap Iran memicu gelombang ketidakpastian di akhir pekan. Bitcoin sempat menyentuh US$68.196 sebelum berbalik turun ke sekitar US$65.300 pada Minggu (02/03) sore waktu New York, melemah 2,1%.
Menurut laporan Bloomberg, Ether juga gagal mempertahankan penguatannya dan melemah 2,3% ke level US$1.912. Total kapitalisasi pasar kripto sempat menyusut sekitar US$128 miliar menurut data CoinGecko.
Key Takeaways:
- Bitcoin sempat naik ke US$68.196 pasca konfirmasi tewasnya Ayatollah Khamenei, lalu berbalik turun ke US$65.300 karena ketidakpastian yang berlanjut
- Arus masuk Bitcoin ETF pekan lalu mencapai US$1 miliar dalam tiga sesi berturut-turut dan menjadi indikator utama arah pasar saat bursa AS buka Senin
- Put options senilai US$1,9 miliar di strike price US$60.000 menandakan permintaan tinggi terhadap proteksi penurunan
Bitcoin langsung bergejolak saat berita operasi militer gabungan pecah Sabtu pagi. Harga awalnya jatuh ke sekitar US$63.000 sebelum memantul kembali setelah rumor tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyebar.
Lonjakan ke US$68.196 terjadi setelah pejabat Iran secara resmi mengonfirmasi kematian tersebut. Namun reli itu tidak bertahan lama karena investor menyadari bahwa eskalasi konflik justru membawa lebih banyak ketidakpastian.
Hayden Hughes, managing partner di Tokenize Capital, menyebut bahwa penemuan harga sesungguhnya baru akan terjadi hari Senin. Menurutnya, dengan rudal menghantam Dubai dan risiko penutupan Selat Hormuz, peristiwa ini bukan konflik yang bisa diisolasi dampaknya.
Arus ETF Jadi Barometer Utama Senin
Hughes menambahkan bahwa arus masuk Bitcoin ETF akan menjadi angka paling krusial saat pasar AS kembali beroperasi. Pekan lalu, ETF Bitcoin spot di Coinbase dan bursa lainnya mencatat inflow sebesar US$1 miliar selama tiga sesi berturut-turut.

Jika tren arus masuk tersebut berbalik arah, Bitcoin berpotensi menembus ke bawah level US$63.000. Skenario ini menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang pembukaan perdagangan.
Pasar Derivatif Cerminkan Kewaspadaan Tinggi
Di sisi derivatif, data Deribit menunjukkan put options Bitcoin senilai US$1,9 miliar terkonsentrasi di strike price US$60.000. Level tersebut baru tersentuh sekali sepanjang tahun ini, yakni pada 6 Februari lalu.
Rata-rata pergerakan 200 minggu Bitcoin berada di sekitar US$58.000, level yang dianggap sebagai support kunci oleh sejumlah analis teknikal. Sementara itu, call options terbanyak justru berada di kisaran US$75.000 menurut data Deribit.
Konflik juga berpotensi menekan kripto melalui jalur tidak langsung seperti harga minyak. Jika perang mengganggu jalur pengiriman energi atau infrastruktur produksi, lonjakan harga minyak bisa mendorong ekspektasi inflasi naik.
Inflasi yang meningkat dapat memaksa bank sentral menahan suku bunga tetap tinggi atau bahkan memperketat kebijakan. Kondisi likuiditas yang ketat secara historis menjadi penghambat bagi aset spekulatif termasuk kripto.
Di sisi lain, Richard Galvin dari hedge fund Digital Asset Capital Management menilai serangan AS sebagian besar sudah diperhitungkan trader. Menurut Galvin, banyak pelaku pasar justru memanfaatkan pelemahan ini sebagai peluang beli di harga rendah atau menutup posisi short.
Meski ada pandangan optimistis, konsensus pasar mengarah pada kewaspadaan setidaknya hingga arah kebijakan dan eskalasi konflik lebih jelas. Platform prediksi Polymarket mencatat kontrak senilai US$529 juta diperdagangkan terkait waktu serangan AS ke Iran, mencerminkan besarnya perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik ini.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
Bloomberg, Cryptocurrencies Under Pressure as Iran Strikes Stir Uncertainty. Diakses pada 2 Mar 2026
News AZ, How will the Israel-US-Iran war reshape the cryptocurrency market. Diakses pada 2 Mar 2026
Featured Image: Shutterstock













