Permintaan Emas Global Melonjak 74% di Q1 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Permintaan Emas Global Melonjak 74% di Q1 2026

Share this article

Gotrade News - Permintaan emas global melonjak 74% pada kuartal I 2026 saat investor memburu aset safe haven di tengah gejolak pasar. Lonjakan tersebut menjadi salah satu kenaikan kuartalan tertinggi sejak satu dekade terakhir.

Di Indonesia, permintaan emas batangan ikut melompat 47% pada periode yang sama, menandai pergeseran preferensi investor ritel. Tren ini memberikan tailwind kuat bagi emiten pertambangan emas dan ETF terkait di pasar AS.

Key Takeaways

  • Permintaan investasi emas global naik 74% pada Q1 2026, ditopang aliran dana ke ETF dan pembelian bank sentral.
  • Permintaan emas batangan domestik di Indonesia melonjak 47% pada periode yang sama, menurut data World Gold Council.
  • Indonesia bersiap meluncurkan ETF emas fisik pertama, memperluas akses ritel ke instrumen safe haven berbasis logam mulia.

Menurut Kompas, total permintaan investasi emas global mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Investor institusional dan ritel sama-sama meningkatkan alokasi ke logam mulia sepanjang tiga bulan pertama 2026.

Lonjakan tersebut sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan ekspektasi suku bunga yang melandai. Bank sentral di berbagai negara turut menambah cadangan emas mereka, menekan suplai di pasar fisik.

Permintaan Domestik Indonesia Menguat

Dilansir dari Kumparan, permintaan emas batangan di Indonesia tumbuh 47% sepanjang kuartal I 2026. Volume pembelian emas batangan dan koin di pasar ritel domestik terus menanjak sejak awal tahun.

Kenaikan harga emas yang konsisten membuat instrumen ini kembali menarik bagi investor konservatif. Selain itu, pelemahan rupiah dan inflasi yang masih terjaga di atas target menambah daya tarik emas sebagai pelindung nilai.

Investor ritel Indonesia juga semakin terbuka terhadap eksposur emas melalui produk reksa dana dan ETF. Kebutuhan akan instrumen yang likuid dan transparan mendorong perbankan serta manajer investasi memperluas produk berbasis logam mulia.

World Gold Council mencatat Indonesia kini masuk dalam radar pertumbuhan permintaan emas Asia Tenggara. Pasar domestik dinilai memiliki ruang ekspansi yang besar seiring meningkatnya kelas menengah.

Indonesia Bersiap Masuk Pasar ETF Emas Fisik Asia

Melansir Liputan6, Indonesia bersiap menjadi pemain baru di pasar ETF emas fisik Asia. Peluncuran instrumen ini diharapkan memperluas pilihan investasi safe haven bagi investor domestik.

Pasar ETF emas fisik di Asia sebelumnya didominasi oleh Tiongkok, Hong Kong, dan Singapura. Masuknya Indonesia ke segmen ini berpotensi memperdalam likuiditas regional sekaligus menambah daya tarik bagi investor asing.

Bagi investor yang mencari eksposur lewat pasar saham AS, emiten penambang emas seperti Newmont (NEM) menjadi salah satu opsi utama. Newmont merupakan produsen emas terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.

Eksposur sektoral juga dapat diperoleh melalui VanEck Gold Miners ETF (GDX) yang mencakup beragam emiten penambang emas global. ETF ini menjadi pilihan populer karena memberikan diversifikasi terhadap kinerja sektor pertambangan emas.

Investor yang ingin diversifikasi ke logam mulia lain dapat melirik iShares Silver Trust (SLV). Perak sering bergerak searah dengan emas saat permintaan safe haven meningkat, sekaligus mendapat dukungan permintaan industri.

Analis menilai momentum permintaan emas berpotensi berlanjut hingga paruh kedua 2026 jika kondisi makro tetap suportif. Faktor utama yang dipantau meliputi arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik, dan keberlanjutan pembelian bank sentral.

Bagi investor di Indonesia, kombinasi instrumen domestik dan eksposur saham AS dapat memberi fleksibilitas dalam memanfaatkan tren ini. Penyesuaian alokasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.

Sumber

Disclaimer: Gotrade Indonesia adalah aplikasi investasi yang terdaftar resmi di OJK dan didukung oleh PT Valbury Asia Futures.

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade