Gotrade News - Presiden Donald Trump memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz selama 10 hari hingga 6 April. Langkah ini diambil setelah klaim Trump bahwa negosiasi dengan rezim Teheran berjalan dengan baik.
Key Takeaways:
- Trump memperpanjang ultimatum, mengindikasikan negosiasi berjalan.
- Tindakan ini menekan pasar global, mempengaruhi harga minyak dan saham.
- Tidak ada kabar negosiasi dari pihak Iran, memicu ketidakpastian lebih.
Trump mengumumkan perpanjangan ini melalui media sosial, menekankan bahwa ada permohonan dari pemerintah Iran. Meskipun demikian, Iran secara publik menolak adanya negosiasi dan mencurigai AS hanya ingin menenangkan pasar dunia.
Sejak awal perang hampir sebulan lalu, ancaman serangan terhadap instalasi tenaga Iran terus diutarakan. Trump juga menyatakan bahwa titik balik telah tercapai, memberikan waktu tambahan untuk Iran merespon proposal AS.
Sementara itu, aksi militer di Timur Tengah terus berlanjut di mana Israel mengklaim telah membunuh komandan angkatan laut Iran, Alireza Tangsiri. Kejadian ini terus menambah kompleksitas situasi geopolitik, terutama di sekitar kekhawatiran global mengenai keamanan energi.
Pejabat AS terus mencoba mendesak Tehran untuk memenuhi tawaran damai dengan memperingatkan akibat yang lebih parah jika tidak dicapai kesepakatan. Keterlibatan sekutu Eropa dan Asia Serikat juga didorong agar lebih aktif mengelola ancaman di Selat Hormuz, mengingat pentingnya rute tersebut bagi perekonomian global.
Dampak dari krisis ini juga tercermin pada volatilitas pasar, di mana saham turun dan harga minyak melonjak. Ketidakpastian yang tetap menyelimuti membuat investor dan dunia berusaha menilai langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.
Referensi:
- Bloomberg, Gold Climbs After Trump Extends Deadline for Ceasefire Talks. Diakses 27 Maret 2026
- Bloomberg, Iran War Latest Updates: Trump Extends Pause on Strikes on Energy Sites. Diakses 27 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












