Gotrade News - Pfizer baru saja mengamankan kesepakatan lisensi dengan Sciwind Biosciences untuk obat diabetes tipe 2 bernama ecnoglutide, dengan total potensi pembayaran hingga $495 juta. Langkah ini memperkuat ambisi Pfizer di pasar obat metabolik China yang sedang tumbuh pesat.
Menurut pernyataan resmi Sciwind di situsnya pada Selasa (24/02), kesepakatan ini disebut sebagai "langkah pertama yang penting untuk memajukan strategi global Pfizer di bidang metabolik di China." Ecnoglutide sendiri sudah disetujui regulator China pada Januari 2026 untuk pengobatan diabetes tipe 2.
Key Takeaways:
- Pfizer terus memperluas portofolio GLP-1 di China melalui kesepakatan lisensi kedua dalam beberapa bulan terakhir
- Ecnoglutide adalah injeksi mingguan yang sudah disetujui di China dan sedang diajukan untuk indikasi manajemen berat badan
- Persaingan di pasar GLP-1 semakin ketat dengan pemain besar seperti Novo Nordisk dan Eli Lilly yang sudah lebih dulu memimpin
Ecnoglutide termasuk dalam kelas obat GLP-1 receptor agonist, kategori yang sama dengan Ozempic milik Novo Nordisk dan Mounjaro milik Eli Lilly. Obat jenis ini bekerja dengan membantu mengontrol gula darah sekaligus memicu rasa kenyang.
Sciwind yang berbasis di Hangzhou juga sedang mengajukan persetujuan versi ecnoglutide untuk manajemen berat badan di China. Jika disetujui, ini akan memperluas cakupan komersial obat tersebut secara signifikan.
Berdasarkan perjanjian ini, Sciwind akan menerima pembayaran di muka dengan jumlah yang tidak diungkapkan. Pembayaran tambahan akan dikaitkan dengan pencapaian milestone regulasi dan penjualan.
Juru bicara Pfizer menolak mengomentari nilai pembayaran di muka, jadwal peluncuran, maupun harga ecnoglutide. Kesepakatan ini mencakup hak komersialisasi ecnoglutide di China daratan.
Berbeda dengan Ozempic, Mounjaro, dan efsubaglutide alfa milik Innovent Biologics, ecnoglutide tidak akan ditanggung oleh skema asuransi kesehatan negara China. Hal ini berpotensi membatasi jangkauan pasien yang bisa mengaksesnya.
Menariknya, ini bukan langkah pertama Pfizer di segmen GLP-1 melalui jalur China. Menurut laporan Seeking Alpha, pada Desember 2025 Pfizer juga menjalin kerja sama dengan Fosun Pharma untuk obat GLP-1 oral.
Dua kesepakatan dalam waktu singkat menunjukkan bahwa Pfizer sedang membangun strategi metabolik yang agresif. Perusahaan farmasi asal Amerika ini tampak ingin mengejar ketertinggalan dari Novo Nordisk dan Eli Lilly yang sudah lebih dulu mendominasi pasar GLP-1 global.
Konteks pasarnya juga mendukung urgensi langkah Pfizer ini. Menurut pernyataan Sciwind, prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa China saat ini mencapai 14,1% dan berkaitan erat dengan penyakit metabolik.
Pasar obat GLP-1 memang menjadi salah satu segmen farmasi paling kompetitif saat ini. Selain Novo Nordisk dan Eli Lilly, pemain regional seperti Innovent Biologics dan Guangzhou Innogen juga aktif berinvestasi di kategori ini.
Bagi investor, langkah Pfizer ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa perusahaan serius melakukan diversifikasi pendapatan. Keberhasilan di segmen metabolik bisa menjadi katalis baru setelah era vaksin COVID-19 mulai meredup.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Reuters, Pfizer in diabetes drug deal with Sciwind Biosciences. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Seeking Alpha, Pfizer strikes $495M deal for obesity drug rights in China. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock












