Preview Earnings Nvidia: Investor Diminta Waspada AI

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Preview Earnings Nvidia: Investor Diminta Waspada AI

Share this article

Gotrade News - Saham Nvidia bergerak menjelang rilis laporan fiscal Q1 2026 yang dijadwalkan Rabu pekan ini. Investor menyoroti permintaan infrastruktur AI yang masih kuat namun valuasi mulai memantik kewaspadaan.

Wall Street naik tipis menjelang pengumuman, sementara penasihat investasi menyarankan pendekatan hati-hati terhadap saham AI unggulan. Rotasi ke pemain rantai pasok seperti TSMC ikut menguat seiring kekhawatiran ketergantungan pada Nvidia.

Key Takeaways

  • Nvidia naik 20,8% sejak awal tahun dan 67,1% dalam 12 bulan terakhir.
  • Penasihat memperingatkan valuasi premium dan risiko chip in-house dari Alphabet serta Amazon.
  • Capex hyperscaler tahun ini diperkirakan mencapai 750 miliar dolar AS.

Menurut InvestmentNews, saham Nvidia (NVDA) sudah menguat 1.482% dalam lima tahun terakhir. Lonjakan itu didorong rilis fiscal Q4 Februari lalu yang mencerminkan permintaan infrastruktur AI yang kuat.

Richard Reyle, CIO Questar Capital Partners, menyebut Nvidia kini berada di level priced for perfection. Ia menilai banyak hype yang sudah terbangun di harga saham menjelang rilis earnings.

Risiko Valuasi Dan Pelanggan Besar

Reyle menyoroti ancaman serius dari Alphabet dan Amazon yang sedang mengembangkan chip proprietary mereka sendiri. Langkah dua pelanggan besar itu dapat memangkas ketergantungan industri terhadap dominasi Nvidia.

Dilansir InvestmentNews, Reyle juga memperingatkan adanya circular spending di sektor AI. Pola ini berisiko menggelembungkan ekspektasi pendapatan jika capex pelanggan utama melambat.

Sebagai alternatif, ia menyarankan eksposur ke TSMC (TSM) yang naik 35% sejak awal tahun. ASML Holding juga disebut menarik dengan kenaikan 41% berkat moat manufaktur yang sulit ditiru pesaing.

Persaingan AMD Dan Konteks Pasar

Melansir The Motley Fool, saham Nvidia ditutup di 223,16 dolar AS pada tanggal artikel terbit. Sementara saham AMD (AMD) diperdagangkan lebih tinggi di kisaran 418,83 dolar AS.

Kedua emiten chip itu kini berada di dekat level tertinggi sepanjang masa di tengah euforia AI. Pertanyaan utama investor adalah apakah valuasi keduanya masih masuk akal untuk akumulasi baru.

Goldman Sachs memperkirakan capex hyperscaler global tahun ini mencapai 750 miliar dolar AS. Angka itu sekitar 100 miliar dolar AS lebih tinggi dari estimasi sebelumnya yang dirilis pelaku pasar.

Belanja modal sebesar itu menjadi bahan bakar utama bagi narasi investasi AI ke depan. Namun penasihat menilai eksekusi capex perlu dicermati agar tidak sekadar berputar di antara segelintir vendor.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade