Gotrade News - Musim laba kuartal pertama 2026 mencatat rekor pendapatan di sejumlah nama Wall Street, dipimpin Eli Lilly (LLY) dengan kenaikan revenue 56% tahunan. Pola kuat ini menyebar lintas sektor, dari farma, infrastruktur, hingga teknologi medis.
Beberapa perusahaan menaikkan panduan penuh tahun, sinyal bahwa momentum bisnis berlanjut hingga semester kedua. Investor membaca rilis ini sebagai konfirmasi bahwa narasi resesi tahun ini semakin sulit dipertahankan.
Key Takeaways
- Eli Lilly mencatat revenue Q1 $19,8 miliar (+56% YoY) dengan EPS GAAP melonjak 170%, didorong persetujuan FDA untuk Foundayo.
- Quanta Services membukukan rekor revenue $7,87 miliar dan menaikkan panduan tahun penuh ke $34,7-35,2 miliar.
- MasTec naik 34% menjadi $3,8 miliar, sementara DexCom tumbuh 15% ke $1,19 miliar pada kuartal yang sama.
Eli Lilly Memimpin dengan Foundayo
Eli Lilly melaporkan revenue Q1 2026 sebesar $19,8 miliar, naik 56% secara tahunan dengan volume tumbuh 65%. EPS GAAP menyentuh $8,26, naik 170% dari tahun sebelumnya.
Persetujuan FDA untuk Foundayo (orforglipron) menjadi katalis utama, menjadikannya satu-satunya GLP-1 oral yang disetujui tanpa restriksi makanan atau air. Mounjaro mencatat $8,7 miliar dan Zepbound $4,1 miliar dalam revenue global.
Manajemen menaikkan panduan revenue 2026 sebesar $2 miliar ke kisaran $82-85 miliar. EPS non-GAAP diproyeksikan di $35,50-37,00 per saham.
Quanta Services Cetak Backlog Rekor
Quanta Services membukukan revenue rekor $7,87 miliar pada Q1, naik dari $6,23 miliar tahun sebelumnya. Adjusted EBITDA mencapai $686,4 juta dengan EPS adjusted $2,68 per saham.
Total backlog menyentuh $48,5 miliar dan remaining performance obligations $26,2 miliar. CEO Duke Austin menyebut perusahaan berada di persimpangan utility, generation, dan large-load markets dengan TAM $2,4 triliun.
Manajemen menaikkan panduan tahun penuh ke revenue $34,7-35,2 miliar dan EPS adjusted $13,55-14,25. Targetnya adalah pertumbuhan laba dua digit secara konsisten.
DexCom dan MasTec Lengkapi Sinyal
DexCom melaporkan revenue Q1 $1,19 miliar dengan pertumbuhan 15%. PWR dan DexCom sama-sama menunjukkan elastisitas permintaan kesehatan yang masih kuat.
MasTec mencatat rekor revenue $3,8 miliar dengan pertumbuhan 34%, didorong eksposurnya ke proyek transmisi energi dan infrastruktur clean. Engie justru melaporkan laba turun 15% akibat penjualan energi yang melemah, sinyal divergensi di sektor energi tradisional.
Yang Perlu Dipantau
Pemantauan utama adalah apakah panduan kenaikan ini bertahan setelah Q2 dilaporkan. Banyak nama menaikkan ekspektasi pada cetakan rekor pertama, lalu menormalisasi setelah base effect mereda.
Sektor kesehatan dan infrastruktur tampak paling defensif terhadap pelemahan makro. Investor jangka panjang bisa membaca rilis Q1 ini sebagai konfirmasi tema GLP-1 dan AI infrastructure yang masih berjalan.












