Reli Wall Street Dipimpin Saham Chip Nvidia dan Intel
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Selasa (20/5), ditopang reli saham teknologi dan chip yang dipimpin Nvidia serta Intel. Penguatan ini juga didukung koreksi harga minyak global dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor sepuluh tahun.
Pasar merespons positif sinyal meredanya ketegangan Timur Tengah dan ekspektasi laporan kuartalan Nvidia. Sentimen ini meredakan tekanan jual aset berisiko dan kembali mengangkat selera investor terhadap saham pertumbuhan.
Key Takeaways
Indeks utama Wall Street kompak menguat ditopang rotasi balik ke saham teknologi dan semikonduktor.
Harga minyak dan imbal hasil Treasury AS turun, melonggarkan tekanan biaya modal bagi emiten berbasis pertumbuhan.
Investor mengantisipasi laporan kinerja kuartalan Nvidia sebagai katalis lanjutan bagi sektor chip global.
Pemicu Reli Wall Street
Menurut Kabar Bursa, koreksi harga minyak menjadi pemicu utama rebound bursa AS. Penurunan harga energi menekan kekhawatiran inflasi dan membuka ruang bagi reli aset berisiko.
Dilansir Katadata, imbal hasil obligasi AS tenor sepuluh tahun ikut melandai dalam sesi tersebut. Kondisi ini secara historis menguntungkan saham pertumbuhan, terutama emiten teknologi dengan valuasi tinggi.
Saham Nvidia (NVDA) kembali menjadi motor utama penguatan indeks Nasdaq. Investor memburu eksposur ke kecerdasan buatan menjelang rilis laporan keuangan kuartalan yang dinantikan pasar.
Melansir Kumparan, kinerja sektor chip menjadi penopang utama indeks acuan Wall Street. Saham Intel (INTC) turut mencatatkan kenaikan signifikan dan ikut mengangkat sentimen sektor semikonduktor.
Saham Advanced Micro Devices (AMD) juga ditutup positif seiring rotasi investor ke nama-nama chip besar. Kombinasi penurunan yield dan diskon harga minyak menambah daya tarik sektor teknologi pada sesi tersebut.
Faktor yang Harus Dipantau
Menurut Bloomberg Technoz, sinyal damai antara AS dan Iran turut meredakan kekhawatiran pasokan minyak global. Sentimen geopolitik yang lebih tenang membantu memulihkan selera risiko di bursa global.
Investor kini fokus pada laporan kuartalan Nvidia sebagai katalis berikutnya bagi sektor chip. Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi AS untuk mengonfirmasi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Volatilitas harga minyak tetap menjadi risiko terdekat bagi reli Wall Street saat ini. Setiap eskalasi ketegangan geopolitik berpotensi memutar kembali narasi yang menopang penguatan indeks dalam beberapa sesi terakhir.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.