Rockwell Automation Meluncurkan Fitur Keamanan Siber SecureOT

Gotrade News - Rockwell Automation (ROK) meluncurkan kapabilitas keamanan siber SecureOT baru untuk produsen mesin atau original equipment manufacturer (OEM) pada Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 WIB, menurut rilis resmi Rockwell Automation. Menurut perusahaan, kapabilitas ini dirancang membantu OEM menyederhanakan kepatuhan regulasi keamanan siber dan mengelola risiko siber sepanjang siklus hidup mesin.
Data Pasar ROK
| Kode | Harga penutupan | Perubahan harian | Kapitalisasi pasar |
|---|---|---|---|
| ROK | $451,40 | +1,71% | $50,1 miliar |
Data penutupan sesi reguler 29 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Kapitalisasi pasar: harga penutupan tersebut dikali jumlah saham beredar di laporan 10-Q atau 10-K terbaru perusahaan (SEC EDGAR).
Apa yang Diumumkan Rockwell Automation?
Dalam rilis yang terbit dari Milwaukee tersebut, Rockwell menyatakan telah memperluas SecureOT dengan kapabilitas yang berfokus pada OEM, yaitu penilaian keamanan siber, layanan konsultasi, visibilitas di tingkat mesin, identifikasi kerentanan, dan pelaporan kepatuhan. Semua kapabilitas ini berjalan di atas SecureOT Platform. Rincian yang disebutkan perusahaan meliputi:
- Visibilitas aset di tingkat mesin, lengkap dengan inventaris perangkat keras, perangkat lunak, dan firmware.
- Identifikasi kerentanan yang dapat memengaruhi keamanan dan kepatuhan mesin.
- Laporan kepatuhan yang dapat diekspor untuk transparansi kepada pelanggan, persiapan audit, dan dokumentasi regulasi.
- Penilaian keamanan siber dan layanan konsultasi untuk menemukan celah, menyusun proses tata kelola, serta menyelaraskan diri dengan standar seperti IEC 62443.
- Pemantauan berkelanjutan atas kerentanan yang baru diungkap, untuk mendukung kewajiban keamanan siber setelah mesin terpasang.
"OEM menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menunjukkan kesiapan keamanan siber sambil terus berinovasi dan mengirimkan mesin berkualitas tinggi tepat waktu," kata Rick Kaun, global director of cybersecurity services Rockwell Automation, dalam rilis tersebut. Menurut Kaun, gabungan teknologi SecureOT, layanan konsultasi, dan keahlian industri Rockwell membantu OEM menjadikan keamanan siber sebagai keunggulan bisnis yang strategis, bukan sekadar urusan kepatuhan.
Kenapa Ini Penting bagi Saham ROK?
Rilis tersebut menyebut regulasi keamanan siber seperti Cyber Resilience Act (CRA) dan Machinery Regulation (MR) sedang menuju tenggat kepatuhan penting pada 2026 dan 2027. Menurut perusahaan, aturan ini menuntut produsen mesin menunjukkan kesiapan keamanan siber, menyimpan dokumentasi yang rinci, dan memberi dukungan berkelanjutan untuk aset yang sudah terpasang. Temuan OEM Advantage Playbook milik Rockwell yang dikutip dalam rilis menunjukkan hampir dua dari lima OEM sudah menghadapi persyaratan kepatuhan yang terus berubah, sementara 63% memperkirakan risiko siber akan terus berlanjut.
Rockwell menyebut SecureOT dirancang membantu OEM beralih dari kepatuhan yang reaktif ke pengelolaan risiko keamanan siber yang lebih proaktif dan dapat ditingkatkan skalanya. Menurut rilis yang sama, Rockwell, yang menyebut dirinya perusahaan terbesar di dunia yang khusus bergerak di otomasi industri dan transformasi digital, mempekerjakan sekitar 26.000 orang yang melayani pelanggan di lebih dari 100 negara per akhir tahun fiskal 2025.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.











