Gotrade News - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada pembukaan perdagangan Rabu (11/3/2026), menyusul penurunan harga minyak yang signifikan. Rupiah dibuka naik 12 poin menjadi 16.851 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di 16.863 per dolar AS. Menurut Lukman Leong dari Doo Financial Futures, penurunan harga minyak menjadi faktor utama yang mendorong penguatan ini.
Harga minyak Brent, yang sempat mencapai USD 119 per barel, turun ke USD 87,6 per barel. Hal ini terjadi akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai kemungkinan de-eskalasi konflik dengan Iran.
Key Takeaways:
- Rupiah menguat 0,07% menjadi 16.851 per dolar AS.
- Harga minyak Brent turun ke USD 87,6 per barel.
- Pernyataan Trump mengenai Iran meredakan ketegangan pasar.
Pernyataan tersebut mempengaruhi optimisme investor, meskipun perang masih menjadi beban bagi rupiah. Bank Indonesia juga ikut mengintervensi secara agresif untuk memastikan nilai tukar rupiah tetap stabil.
Lebih lanjut, ini menunjukkan pentingnya peran faktor global dan kebijakan moneter dalam pergerakan nilai tukar rupiah. Analis memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran 16.800-16.950 per dolar AS di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut.
Diharapkan adanya sentimen positif lebih lanjut yang dapat mendukung apresiasi nilai tukar rupiah ke depannya, terutama mengingat aliran keluar modal asing yang terjadi di pasar reguler.
Referensi:
- Liputan6, Rupiah Perkasa terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Maret 2026. Diakses 11 Maret 2026
- RRI, Rupiah Bergerak Menguat seiring Turunnya Harga Minyak. Diakses 11 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












