Gotrade News - Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada Kamis (26/3/2026), dibuka pada level Rp16.886 per dolar AS. Penguatan ini sebesar 0,15% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp16.911 per dolar AS.
Stabilitas ini penting di tengah tekanan mata uang Asia yang umumnya melemah. Yen Jepang tetap di 159,47 per dolar AS sementara dolar Hong Kong ikut menguat tipis bersama rupiah.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyebut negosiasi AS-Iran memberi dampak positif. Meski otoritas Iran membantah, Amerika berusaha mencapai kesepakatan damai.
Pernyataan Andry menggarisbawahi bahwa ketegangan yang menurun pengaruhi harga minyak yang turun 6%. Dampaknya memberi kelegaan sementara dari ancaman inflasi.
Meski rupiah menguat, mayoritas mata uang Asia seperti won Korea Selatan dan peso Filipina melemah. Ini mencerminkan dominasi tekanan global terhadap pasar regional.
Ringgit Malaysia mencatat penurunan paling dalam sebesar 0,57%. Demikian pula baht Thailand terdepresiasi 0,22% terhadap dolar AS.
Pelaku pasar menilai stabilitas rupiah ditopang prospek hubungan AS-Iran yang membaik. Indeks dolar AS masih di bawah level tertingginya meski tidak ada indikasi penurunan suku bunga the Fed.
Penguatan rupiah adalah indikasi kondisi kondisional. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.865 hingga Rp16.932 per dolar AS hari ini.
Secara keseluruhan, penguatan tipis rupiah penting di tengah tekanan global. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan geopolitik dan keputusan kebijakan moneter global.
Referensi:
- MetroTV, Rupiah Pagi Ini Menguat ke Level Rp16.899. Diakses 26 Maret 2026
- Tirto, Nilai Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Level Rp16.895. Diakses 26 Maret 2026
- Katadata, Rupiah Diproyeksi Melemah Tersulut Skeptisme Perdamaian di Timur Tengah. Diakses 26 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












