Gotrade News - Rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke Rp17.138 per dolar AS pada Kamis (16/04). Penguatan 4 poin dari Rp17.143 ini terjadi di tengah sinyal meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran.
Key Takeaways
- Rupiah naik 4 poin ke Rp17.138, didorong optimisme kesepakatan AS-Iran soal Selat Hormuz
- Utang luar negeri Indonesia naik ke US$437,9 miliar per Februari 2026, tumbuh 2,5% YoY
- Defisit anggaran Maret 2026 melebar ke 0,93% PDB, potensi revisi APBN di Agustus
Analis Ibrahim Assuaibi menilai penguatan rupiah didorong harapan penurunan tensi AS-Iran. Gedung Putih menunjukkan optimisme terhadap potensi kesepakatan diplomatik dengan Teheran.
Iran dilaporkan mempertimbangkan pembukaan jalur pelayaran dekat Oman dan Selat Hormuz. Selat ini menangani sekitar 20% perdagangan minyak dan LNG global, sehingga stabilitasnya sangat krusial.
Meski begitu, AS masih mempertahankan blokade pengiriman dari pelabuhan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan tidak ada pengecualian sanksi untuk pembelian minyak Iran dan Rusia.
Tekanan Fiskal Membayangi
Utang luar negeri Indonesia per Februari 2026 tercatat US$437,9 miliar, naik dari US$434,9 miliar di Januari. Pertumbuhan tahunan mencapai 2,5%, meningkat signifikan dibandingkan 1,7% pada bulan sebelumnya.
Defisit anggaran Maret 2026 juga melebar ke 0,93% PDB atau sekitar Rp17 triliun. Angka ini naik tajam dari 0,4% pada periode yang sama tahun lalu.
Asumsi harga minyak di APBN dipatok US$70 per barel, sementara realita pasar mendekati US$100 per barel. Selisih besar ini membuka potensi revisi APBN yang diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
Sentimen Regional dan Proyeksi
Penguatan rupiah sejalan dengan tren positif mata uang Asia lainnya pada hari yang sama. Peso Filipina naik 0,18%, baht Thailand 0,18%, dan dolar Taiwan menguat paling tinggi sebesar 0,28%.
IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sebesar 5%, turun dari estimasi sebelumnya 5,1%. World Bank lebih konservatif dengan proyeksi 4,7%, revisi turun dari 4,8%.
Kombinasi tekanan utang, defisit melebar, dan ketidakpastian harga minyak menjadi risiko utama ke depan. Penguatan rupiah hari ini memang positif, tapi masih terlalu kecil untuk menandai pembalikan tren.












