Gotrade News - Rupiah ditutup melemah 0,48% ke Rp 17.326 per dollar AS pada perdagangan Rabu (29/04). Posisi tersebut menjadi level terlemah sepanjang sejarah, terkoreksi 83 poin dari penutupan sebelumnya.
Sentimen domestik menjadi pendorong utama, mulai dari isu tata kelola Danantara hingga keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga. Tekanan eksternal datang dari konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia.
Key Takeaways
- Rupiah ditutup di Rp 17.326 per dollar AS, level terlemah sepanjang sejarah pasar.
- Sentimen Danantara dan kebijakan BI menahan suku bunga jadi pemicu utama dari dalam negeri.
- Konflik Timur Tengah dan keluarnya UEA dari OPEC menambah tekanan eksternal pada Rupiah.
Kurs Jisdor Bank Indonesia mencatat Rupiah di Rp 17.324 per dollar AS pada Rabu (29/04). Nilai tersebut terkoreksi 79 poin atau 0,46% dari posisi sehari sebelumnya, menurut data resmi BI.
Faktor domestik mengemuka setelah Fitch Ratings menyoroti tata kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga pemeringkat tersebut menilai struktur Danantara terlalu terpusat karena pelaporan langsung kepada Presiden.
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan ketidakpastian hukum membuat para pengambil keputusan bertindak berlebihan hati-hati. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8% sulit tercapai apabila kondisi ini berlanjut, mengutip Kompas.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan menjadi salah satu faktor penekan menurut Lukman Leong dari Doo Financial Futures. Cadangan devisa yang menurun ikut menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas Rupiah dalam jangka pendek.
Dari eksternal, harga minyak dunia kembali naik sejak sesi Asia Selasa (28/04) akibat ketegangan AS dan Iran. Negosiasi perdamaian terhenti setelah Washington menolak proposal pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Teheran.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai kekhawatiran inflasi global menekan mata uang Asia secara luas. Ia menambahkan tekanan tersebut turut menyeret Rupiah seiring dengan tren penguatan dollar AS.
Doo Financial Futures memperkirakan Rupiah akan bergerak di rentang Rp 17.250 hingga Rp 17.400 per dollar AS pada Kamis (30/04). Risiko pelemahan masih terbuka kecuali konflik Timur Tengah mereda atau Federal Reserve mengarah dovish.












