Rupiah Tertekan ke Rp17.243, AS-Iran Buntu Jadi Pemicu

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Rupiah Tertekan ke Rp17.243, AS-Iran Buntu Jadi Pemicu

Share this article

Gotrade News - Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.243 per dolar AS pada Selasa (28/04), melemah 32 poin atau 0,19%. Pelemahan dipicu kebuntuan upaya damai antara AS dan Iran serta tekanan struktural pada sisi domestik.

--- - Selat Hormuz masih tertutup sebagian dan mengganggu pasokan energi global. - Pasar menunggu pertemuan The Fed pekan ini untuk sinyal arah kebijakan moneter. - Ketergantungan modal jangka pendek dan utang menekan rupiah dari sisi domestik. ---

Pengamat valuta asing dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, upaya mengakhiri perang AS-Iran tampak terhenti. Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global juga masih tertutup sebagian.

Iran sempat mengajukan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, tetapi tidak menyertakan pembahasan program nuklir. Presiden AS Donald Trump dilaporkan menolak proposal tersebut karena dianggap tidak mencakup isu kunci.

AS masih mempertahankan blokade pelabuhan Iran sehingga gangguan pasokan energi global belum mereda. Kondisi ini menahan minat investor global terhadap aset di pasar berkembang termasuk rupiah.

Pasar juga menunggu hasil pertemuan Federal Reserve pekan ini terkait arah suku bunga AS. Sinyal The Fed dinilai akan menentukan pergerakan dolar AS dan tekanan terhadap mata uang Asia.

Dari sisi domestik, Ibrahim menyoroti kerentanan struktural posisi rupiah yang masih tinggi. Cadangan devisa sebagian topangnya berasal dari utang dan arus modal asing jangka pendek.

Arus dividen serta bunga keluar juga mengimbangi masuknya investasi asing langsung ke Indonesia. Industri manufaktur yang melemah turut menambah tekanan terhadap fundamental rupiah.

Ibrahim mempertanyakan narasi rupiah undervalued yang kembali menguat saat kurs melemah. Menurutnya, kepercayaan terhadap mata uang tidak bisa dibangun lewat narasi tanpa perbaikan ekonomi riil.

Rupiah telah terdepresiasi panjang dari sekitar Rp12.000 per dolar AS pada 2014 ke level Rp17.000-an saat ini. Tren ini menunjukkan kebutuhan reformasi fundamental ekonomi yang lebih dalam.

Pelaku pasar diperkirakan tetap berhati-hati hingga ada kejelasan dari diplomasi AS-Iran dan pertemuan The Fed. Faktor domestik berupa data inflasi dan neraca perdagangan akan menjadi penentu berikutnya.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade