Rupiah Masih Tertekan di Atas Rp 17.000 per Dolar AS

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Rupiah Masih Tertekan di Atas Rp 17.000 per Dolar AS

Share this article

Gotrade News - Rupiah diproyeksikan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Jumat (10/04), dengan kisaran 17.090 hingga 17.140 per dolar AS. Proyeksi ini disampaikan oleh pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi berdasarkan kondisi geopolitik global yang belum mereda.

Pelemahan rupiah yang berlangsung sejak awal April ini mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah setelah menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada 1 April lalu. Kondisi ini menambah tekanan pada perekonomian domestik, terutama bagi sektor-sektor yang bergantung pada impor.

Key Takeaways:

  • Rupiah diproyeksikan di kisaran 17.090-17.140 per dolar AS pada Jumat (10/04) dengan kecenderungan melemah
  • Faktor utama pelemahan adalah ketegangan Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz, dan lonjakan harga minyak global
  • Kurs dolar di bank-bank besar Indonesia bertahan di level Rp 17.000, memperbesar tekanan pada biaya impor

Faktor Geopolitik Mendominasi Sentimen

Ketegangan di Timur Tengah menjadi pendorong utama pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan kerapuhan gencatan senjata AS-Iran memicu lonjakan harga minyak yang berdampak langsung pada neraca perdagangan Indonesia.

Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik. Pergerakan dolar yang menguat tercermin pada Invesco DB US Dollar Index ETF (UUP) yang menjadi indikator kekuatan mata uang AS terhadap sekeranjang mata uang dunia.

Selain faktor geopolitik, sikap menunggu pasar terkait kepastian negosiasi gencatan senjata di Islamabad turut membebani rupiah. Pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset negara berkembang hingga ada kejelasan resolusi konflik.

Dampak pada Ekonomi Domestik

Pelemahan rupiah di atas Rp 17.000 meningkatkan biaya impor bahan baku dan energi bagi industri dalam negeri. Sektor manufaktur, logistik, dan ritel yang bergantung pada komponen impor akan merasakan tekanan margin yang signifikan.

Dari sisi kebijakan moneter, Bank Indonesia menghadapi dilema antara mempertahankan suku bunga tinggi untuk menjaga rupiah dan menurunkannya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pemahaman tentang hubungan inflasi dan suku bunga menjadi penting bagi investor dalam mengambil keputusan alokasi aset.

Kurs dolar di bank-bank besar Indonesia bertahan di level Rp 17.000, mempersulit perencanaan keuangan pelaku usaha. Importir yang belum melakukan lindung nilai mata uang akan menanggung biaya tambahan yang tidak sedikit.

Strategi Investor Menghadapi Pelemahan Rupiah

Bagi investor Indonesia yang memiliki portofolio saham AS, pelemahan rupiah justru memberikan keuntungan kurs saat merealisasikan imbal hasil dalam dolar. Namun, bagi yang berencana menambah investasi, biaya konversi rupiah ke dolar menjadi lebih mahal.

Pendekatan macro trading yang mempertimbangkan pergerakan mata uang menjadi relevan dalam situasi seperti ini. Investor juga perlu mengevaluasi risiko investasi terkait eksposur mata uang dalam portofolio mereka.

Stabilisasi rupiah sangat bergantung pada resolusi konflik Timur Tengah dan normalisasi harga minyak global. Investor disarankan memantau perkembangan negosiasi AS-Iran di Islamabad yang berlangsung pada Jumat (10/04) sebagai katalis potensial pergerakan kurs.


Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade