Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Ringkasan

  • Menurut Associated Press, Kospi anjlok 8% pada 15 Oktober 2026, dengan SK Hynix turun 11,1%, Samsung Electronics 9,7%, dan SoftBank Group 9,6%.
  • Tekanan datang dari inflasi AS 3,7% pada September yang membuka peluang kenaikan suku bunga, serta keraguan soal pendanaan proyek AI.
  • Di Wall Street, saham chip ikut melemah, termasuk Nvidia (NVDA) yang turun 3,2%.

Gotrade News - Aksi jual saham chip di Asia makin dalam pada Kamis (15/10/2026). Menurut Associated Press, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 8% ke level 5.527,12, terseret SK Hynix yang ambruk 11,1% dan Samsung Electronics yang melemah 9,7%.

Tekanan juga menjalar ke Jepang. Nikkei 225 turun 5% ke 64.334,68, sementara SoftBank Group kehilangan 9,6%, Tokyo Electron turun 7,5%, dan produsen memori Kioxia Holdings melemah 11,2%, masih menurut laporan yang sama.

Dua kekhawatiran menekan sektor ini sekaligus: inflasi Amerika Serikat yang kembali memanas sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga, dan keraguan soal bagaimana belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) akan dibiayai.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Inflasi AS 3,7% dan Yield Treasury 5% Tekan Saham Chip

Dilansir Benzinga, harga konsumen AS naik 3,7% secara tahunan pada September, lebih tinggi dari 3,4% pada Agustus. Benzinga mencatat The Fed sudah menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75% hingga 4% pada 16 September, dan pasar memperkirakan masih ada satu kenaikan lagi tahun ini.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat melonjak di atas 5,32% pada Rabu sebelum mereda ke 5,10%, menurut Associated Press. Awal bulan ini yield tersebut sempat menyentuh 5,35%, level tertinggi sejak 2002.

Sentimen itu lebih dulu memukul Wall Street pada Rabu. Melansir Associated Press, Nasdaq Composite turun 1,9% dan S&P 500 melemah 1,1%. Saham Nvidia (NVDA) turun 3,2%, Broadcom (AVGO) melemah 3,1%, dan AMD (AMD) terkoreksi 5,7%.

Baca juga: Saham Oracle (ORCL) Turun 8,8%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)
Saham / IndeksPergerakan
Kospi-8% ke 5.527,12
SK Hynix-11,1%
Samsung Electronics-9,7%
Nikkei 225-5% ke 64.334,68
SoftBank Group-9,6%
Kioxia Holdings-11,2%
TSMC-1,8%

Sumber data tabel: Associated Press, pergerakan perdagangan Kamis (15/10/2026).

Kekhawatiran Pendanaan AI dari CEO Broadcom dan Goldman Sachs

Isu pendanaan AI ikut memperberat sentimen. Menurut Benzinga, CEO Broadcom Hock Tan menyampaikan dalam sebuah konferensi di Singapura bahwa akses terhadap modal bisa menjadi hambatan AI yang lebih besar dibanding kelangkaan chip atau pasokan listrik. CEO Intel Lip-Bu Tan juga menyoroti biaya pembiayaan yang naik dan ketidakpastian imbal hasil investasi.

CEO Goldman Sachs David Solomon, masih dilansir Benzinga, menyebut yield Treasury 10 tahun sudah naik sekitar 75 basis poin sejak awal Juli. Ia mengingatkan tidak semua proyek pusat data akan mendapat pembiayaan dengan syarat yang menguntungkan.

Tidak semua pihak melihatnya negatif. Benzinga mengutip analis Dan Ives yang menilai koreksi ini sebagai peluang beli dan menyebut ledakan AI masih di tahap awal. Pandangan tersebut adalah opini analis, bukan jaminan arah pasar.

Kospi Turun Lebih dari 16% dalam Sebulan

Menurut Associated Press, Kospi sudah merosot lebih dari 16% dalam sebulan terakhir, setelah sempat menembus level 9.000 dan mencetak rekor tertinggi pada Juni. Penurunan ini menunjukkan seberapa besar indeks Korea bergantung pada saham chip yang sebelumnya memimpin reli AI.

Benzinga juga mencatat ADR SK Hynix di AS (SKHY) ditutup turun 6,06% ke US$147,55 pada Rabu dan melemah lagi 3,96% ke US$141,71 di perdagangan setelah jam bursa. ETF iShares Semiconductor (SOXX), yang masih naik lebih dari 70% sepanjang tahun ini, sudah melemah tujuh sesi berturut-turut.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku