Saham Nvidia (NVDA) Turun 3,2%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 3,2%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) ditutup turun 3,16% ke $221,30 pada 14 Oktober 2026, lebih dalam dari penurunan Nasdaq 1,88%.
  • Sumber yang dibaca tidak menyebut pemicu khusus dari Nvidia; saham chip dan infrastruktur AI melemah setelah data inflasi AS September lebih tinggi dari perkiraan, menurut Motley Fool.
  • Microsoft memperkenalkan chip AI Maia 300, sementara Jensen Huang menyebut permintaan infrastruktur AI akan melampaui pasokan selama bertahun-tahun.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup turun 3,16% ke $221,30 pada sesi Rabu, 14 Oktober 2026 waktu New York, atau Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Nvidia turun bersama mayoritas saham semikonduktor dan infrastruktur AI, sementara sumber yang dibaca tidak menyebut pemicu khusus dari perusahaan.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$221,30
Perubahan-$7,22 (-3,16%)
Penutupan sebelumnya$228,52
Harga pembukaan$225,53
Rentang harian$219,64 hingga $226,00
Volume117,2 juta saham
Rata-rata volume 30 hari109,0 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$5,51 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 3.954.000 per saham (kurs Rp 17.867 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.867 per dolar AS: Yahoo Finance, 14 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

NVDA dibuka di $225,53, sudah di bawah penutupan sebelumnya, lalu bergerak di rentang $219,64 hingga $226,00. Saham ditutup hanya $1,66 di atas level terendah harian, artinya tekanan jual bertahan hingga akhir sesi. Volume perdagangan 117,2 juta saham, 7,60% di atas rata-rata.

Pelemahan NVDA lebih dalam dibanding indeks utama. Nasdaq Composite turun 1,88% ke 26.692,87, S&P 500 melemah 1,11% ke 7.718,94, dan Dow Jones Industrial Average hanya terkoreksi 0,09% ke 51.621,48. NVDA bergerak 1,28 poin persentase lebih lemah dari Nasdaq.

Tekanan juga terlihat di saham chip lain. AMD (AMD) turun 5,73%, Micron turun 4,10%, ASML turun 3,94%, TSMC turun 3,40%, dan Broadcom (AVGO) turun 3,10%. Di sisi infrastruktur AI, Oracle anjlok 8,83% dan Dell turun 11,27%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Setelah penurunan ini, NVDA berada 9,07% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 34,72% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Tidak ada sumber yang dibaca yang menyebut pemicu khusus dari Nvidia atas penurunan sesi ini, sehingga pergerakannya lebih tepat dibaca sebagai bagian dari tekanan sektor. Menurut Motley Fool, data inflasi AS September yang lebih tinggi dari perkiraan menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga, faktor yang disebut menekan saham Oracle. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 5,19% pada sesi yang sama, turun 2,7 basis poin.

Dari sisi perusahaan, CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan akan mempertimbangkan menghentikan pasokan chip kepada pelanggan yang mengembangkan AI yang tidak aman, dalam wawancara yang dilaporkan Bloomberg pada Rabu, 14 Oktober 2026, dilansir MT Newswires. Huang juga menyebut permintaan infrastruktur AI akan terus melampaui pasokan komponen selama bertahun-tahun. Nvidia sekaligus mendonasikan $250 juta selama lima tahun untuk riset keamanan AI di Inggris.

Sentimen persaingan juga muncul. Melansir Motley Fool, Microsoft (MSFT) memperkenalkan chip AI Maia 300 pada Senin, 12 Oktober 2026, yang disebut mampu memproses 40% lebih banyak token per megawatt dibanding GPU. Produksi Maia 300 baru dijadwalkan pada 2027, dan Nvidia tetap menjadi bagian dari jajaran perangkat AI Microsoft.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Jensen Huang menilai permintaan infrastruktur AI akan melampaui pasokan komponen selama bertahun-tahun, menurut MT Newswires.
  • Motley Fool menilai Maia 300 sendiri bukan "Nvidia killer", dan Microsoft masih memakai chip Nvidia, termasuk pada Surface Laptop Ultra.
  • Penurunan sesi ini sejalan dengan pelemahan sektor, bukan dipicu kabar negatif spesifik dari Nvidia menurut sumber yang dibaca.

Risiko

  • Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan menghidupkan spekulasi kenaikan suku bunga, tekanan yang menurut Motley Fool membebani saham teknologi seperti Oracle.
  • Chip buatan sendiri dapat menggantikan sebagian GPU: menurut Motley Fool, Maia 200 sudah menggantikan komponen Nvidia, Intel, dan AMD di fasilitas Microsoft di Iowa dan Arizona.
  • Pelemahan meluas ke saham semikonduktor dan infrastruktur AI pada sesi yang sama, sehingga NVDA rentan terbawa sentimen sektor.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku