Saham Chip Asia Anjlok, TSMC Sebut Pasok AI Kurang
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Saham chip Asia anjlok pada perdagangan terbaru mengikuti panduan lemah dari Broadcom. Indeks Nasdaq turun 0,89% sementara S&P 500 melemah 0,74% dan Dow merosot 1,21%.
Aksi jual dipicu kekhawatiran bahwa belanja infrastruktur AI mulai melambat setelah laporan Broadcom mengecewakan. Sentimen negatif itu menekan hampir seluruh emiten semikonduktor di Asia maupun Amerika Serikat.
Key Takeaways
Saham Broadcom turun 12% setelah panduan chip AI berada di bawah ekspektasi pasar.
Saham chip Asia seperti SoftBank dan LG Electronics rontok mengikuti tren penurunan tersebut.
CEO TSMC menegaskan permintaan struktural AI tetap kuat untuk tahun-tahun mendatang.
Broadcom membukukan panduan pendapatan chip AI senilai $16 miliar untuk fiskal kuartal kedua. Angka itu meleset tipis dari ekspektasi para analis yang mematok sekitar $16,36 miliar.
Kekecewaan tersebut langsung memicu gelombang aksi jual di bursa Asia pada sesi perdagangan berikutnya. Banyak investor menafsirkan panduan itu sebagai sinyal awal perlambatan siklus belanja infrastruktur AI.
Aksi Jual Menjalar Ke Asia
Saham SoftBank ambles lebih dari 10% sedangkan LG Electronics anjlok hingga 14% dalam sehari. Pemasok komponen seperti Ibiden ikut turun 8,4% dan Wistron melemah sekitar 8% pada sesi yang sama.
Menurut Investing.com, Socionext turun 6,7% dan Hon Hai melemah sekitar 4% pada perdagangan tersebut. Samsung dan SK Hynix masing-masing terkoreksi pada kisaran 2% hingga 4% mengikuti tekanan kawasan.
Saham TSMC (TSM) hanya turun tipis 0,8% di tengah tekanan jual yang melanda sektor. Ketahanan relatif itu mencerminkan posisi dominannya sebagai produsen utama pada node chip paling canggih.
Di Wall Street, saham Nvidia (NVDA) melemah 3,62% mengikuti sentimen negatif yang menyelimuti sektor chip. Sebaliknya, Intel justru naik 4,43% dan AMD menguat 4,02%, melawan tren penurunan tersebut.
Permintaan AI Tetap Kuat
Di sisi berbeda, Chief Executive TSMC C.C. Wei justru bernada optimistis terhadap prospek permintaan AI. Ia menyebut pasokan chip global akan tetap kurang dari permintaan AI selama bertahun-tahun ke depan.
Dilansir Reuters, kapasitas node canggih disebut sekitar tiga kali lipat lebih sedikit dari permintaan saat ini. Wei juga membuka peluang menaikkan harga chip secara terukur untuk menjaga margin keuntungan.
Soal harga, ia menegaskan perusahaan tetap perlu menghasilkan keuntungan yang wajar dari setiap produknya. Namun Wei menolak menaikkan harga secara mendadak seperti pola yang kerap dilakukan produsen memori.
Sementara itu, startup chip Cerebras menambah dinamika persaingan baru di sektor perangkat keras AI. Chief Executive Andrew Feldman menyebut perusahaannya bekerja dengan semua pemasok komponen kecuali Nvidia.
Bagi investor, pesan dari Wei menjadi penyeimbang penting di tengah gelombang aksi jual hari itu. Permintaan struktural yang tetap kuat berbeda dari koreksi harga jangka pendek yang dipicu satu laporan.
Langkah Cerebras yang menjauhi Nvidia juga menggambarkan persaingan rantai pasok AI yang kian sengit antarprodusen. Beberapa pemain berupaya membangun ekosistem perangkat keras alternatif di luar dominasi Nvidia selama ini.
Saham Broadcom (AVGO) menjadi pemicu utama gelombang aksi jual lintas kawasan ini. Investor kini menanti kepastian arah belanja AI dari laporan emiten chip besar lainnya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.