Gotrade News - CoreWeave mencatat pendapatan kuartal keempat 2025 sebesar $1,57 miliar, sedikit di atas estimasi analis $1,55 miliar. Namun, kabar itu tidak cukup menahan tekanan jual setelah perusahaan mengungkap rencana belanja modal yang melonjak drastis dan kerugian bersih yang membengkak.
Saham CoreWeave (CRWV) langsung merosot sekitar 10% di perdagangan after-hours Kamis (26/02). Menurut laporan Benzinga, saham diperdagangkan di level $92,60 saat publikasi, turun 5,15% dari harga penutupan.
Key Takeaways
- CoreWeave merencanakan belanja modal minimal $30 miliar di 2026, naik dua kali lipat dari $14,9 miliar tahun sebelumnya
- Rugi bersih kuartal keempat membengkak ke $284 juta dari hanya $36 juta di periode yang sama tahun lalu
- Revenue backlog naik tajam ke $66,8 miliar, tapi analis menyoroti risiko realisasi dan beban utang perusahaan
Pendapatan CoreWeave memang lebih dari dua kali lipat secara tahunan. Akan tetapi, rugi per saham tercatat 56 sen, lebih buruk dari estimasi analis yang memperkirakan rugi 50 sen per saham, menurut data Benzinga Pro.
CEO dan co-founder CoreWeave, Michael Intrator, menyampaikan bahwa belanja modal perusahaan di 2026 diproyeksikan minimal $30 miliar. Angka ini dua kali lipat dari realisasi belanja modal tahun 2025 yang tercatat $14,9 miliar, menurut laporan Reuters.
Ambisi Besar, Risiko Tidak Kalah Besar
CoreWeave memposisikan diri sebagai alternatif cloud yang lebih terspesialisasi dibanding raksasa teknologi seperti Microsoft dan Google milik Alphabet. Perusahaan ini melayani kebutuhan komputasi AI berskala besar untuk melatih dan menjalankan model-model AI canggih.
Namun, CoreWeave masih sangat bergantung pada klien besar seperti Microsoft dan OpenAI. Ketergantungan ini menjadi salah satu faktor risiko utama terhadap keberlangsungan pertumbuhan perusahaan.
Analis D.A. Davidson, Alexander Platt, menyoroti kekhawatiran terkait risiko revenue backlog, utang, dan biaya modal CoreWeave. Revenue backlog perusahaan memang tercatat $66,8 miliar per akhir Desember 2025, naik dari $15,1 miliar setahun sebelumnya, menurut laporan Reuters.
Margin Tertekan, Tapi Dukungan Besar Tetap Mengalir
Margin laba operasional yang disesuaikan (adjusted operating income margin) CoreWeave turun ke 6% di kuartal keempat, dari 16% di periode yang sama tahun sebelumnya. Beban operasional perusahaan tercatat $1,66 miliar selama kuartal tersebut, menurut laporan Benzinga.
Di sisi lain, Nvidia mengumumkan investasi senilai $2 miliar di CoreWeave pada Januari lalu. Langkah ini menjadikan Nvidia sebagai pemegang saham terbesar kedua di perusahaan penyedia infrastruktur AI tersebut, menurut Reuters.
CFO CoreWeave, Nitin Agrawal, menyatakan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang tepat untuk pertumbuhan pesat berkelanjutan. CoreWeave sendiri awalnya membangun infrastruktur GPU untuk penambangan kripto sebelum beralih ke layanan cloud AI.
Meski pendapatan melampaui estimasi, pasar tampak lebih fokus pada membengkaknya kerugian dan agresivitas belanja modal. Investor kini menanti kejelasan apakah backlog senilai $66,8 miliar benar-benar dapat direalisasikan menjadi pendapatan yang menguntungkan.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Reuters, CoreWeave slides as surging capex, backlog risks overshadow small revenue beat. Diakses pada 27 Feb 2026
-
Benzinga, CoreWeave Stock Slides On Mixed Q4 Earnings Despite Signaling 'Hypergrowth' Ahead. Diakses pada 27 Feb 2026
-
Featured Image: Reuters












