Saham Jepang Bergerak Liar Senin Ini karena Musim Laporan Keuangan

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saham Jepang Bergerak Liar Senin Ini karena Musim Laporan Keuangan

Share this article

Gotrade News - Musim laporan keuangan Jepang membuka pekan ini dengan tiga sinyal yang saling bertolak belakang, menunjukkan bahwa pemulihan pasar saham Nikkei tidak merata di semua sektor.

Pada Senin (27/04), Keyence Corp. melonjak 16% hingga menyentuh batas kenaikan harian di Bursa Efek Tokyo setelah mencetak laba kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi analis. Produsen sensor otomasi industri ini mencatat laba operasional Q4 sebesar ¥179,4 miliar, melampaui konsensus ¥163,8 miliar berdasarkan laporan resmi perusahaan.


Poin Utama

  • Laba operasional Q4 Keyence mencapai ¥179,4 miliar, mengalahkan estimasi ¥163,8 miliar sebesar 9,5%; sahamnya melonjak 16% ke batas harian.
  • Laba bersih Q4 Nomura turun 19,2% secara tahunan menjadi ¥73,9 miliar, meleset dari estimasi EPS $0,21 karena penurunan nilai aset di unit riset dan perusahaan kehutanan.
  • Saham Rohm anjlok 16% setelah Denso menyatakan mempertimbangkan untuk menarik tawaran akuisisi senilai $8,3 miliar akibat negosiasi yang buntu.

Dorongan utama di balik kinerja Keyence adalah penjualan luar negeri yang lebih kuat dari perkiraan di segmen sensor otomasi industri. Manajemen juga mengumumkan rencana meminta persetujuan pemegang saham untuk mengubah anggaran dasar, sebuah langkah yang akan membuka jalan bagi program buyback saham untuk pertama kalinya.

Di sisi lain, Nomura Holdings mencatatkan hasil kuartal keempat yang mengecewakan pasar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar ¥73,9 miliar, turun 19,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu berdasarkan laporan yang dirilis Senin (27/04).

Pendapatan sebelum pajak turun 20,4% menjadi ¥107,7 miliar untuk kuartal yang berakhir 31 Maret 2026. Pendapatan bersih naik 4,6% menjadi ¥577,2 miliar, namun kompresi margin laba menjadi sorotan utama investor.

Penurunan laba kuartalan ini dipicu oleh penurunan nilai (impairment) aset Nomura di afiliasi risetnya dan sebuah perusahaan kehutanan. Kerugian dari operasional di Eropa juga menambah tekanan pada bottom line.

Menariknya, gambaran tahunan Nomura jauh lebih solid meskipun kuartal terakhir mengecewakan. Untuk tahun fiskal 2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham mencapai ¥362,1 miliar, naik 6,3%, dengan pendapatan bersih tahunan tumbuh 14,5% menjadi ¥2.167,7 miliar.

Ini artinya Nomura sebenarnya mencetak rekor laba tahunan, tapi momen akhir tahun fiskalnya melemah akibat penurunan nilai aset satu kali yang tidak berulang. Investor kini mencermati apakah kuartal berikutnya bisa membersihkan gangguan ini.

Akuisisi Semikonduktor Senilai $8,3 Miliar di Ambang Batal

Di sektor semikonduktor, kabar mengejutkan datang dari Denso Corp. yang menyatakan belum mendapat persetujuan dari Rohm Ltd. untuk rencana akuisisi yang diumumkan Maret 2026. Denso kini mengkaji berbagai opsi, termasuk kemungkinan menarik diri dari kesepakatan tersebut.

Saham Rohm langsung terjun bebas hingga 16% secara intraday sebelum memangkas kerugian menjadi 9% ke level ¥3.449. Sebaliknya, saham Denso justru menguat lebih dari 3% karena investor melihat potensi penarikan diri sebagai bentuk disiplin alokasi modal.

Transaksi yang senilai sekitar $8,3 miliar ini akan memberikan Denso kepemilikan saham pengendali di Rohm, sebuah produsen chip asal Kyoto. Saat ini Denso sudah memegang sekitar 5% saham Rohm.

Rohm dilaporkan mengeksplorasi alternatif lain, termasuk potensi kolaborasi dengan Toshiba dan Mitsubishi Electric. Semua ini berlangsung di tengah upaya pemerintah Jepang untuk mengonsolidasi industri semikonduktornya yang terfragmentasi agar bisa bersaing dengan pemain Korea Selatan dan Taiwan.

Tiga berita ini bersama-sama mencerminkan bahwa musim laporan keuangan Jepang kali ini tidak memberikan satu arah yang jelas. Keyence membuktikan bahwa eksportir otomasi industri Jepang masih punya daya saing harga di tengah tekanan tarif global, sementara Nomura dan Rohm mengingatkan bahwa risiko masih nyata.

Investor global kini menunggu respons bursa Tokyo pada Selasa untuk menilai apakah sentimen positif Keyence cukup kuat mengimbangi tekanan dari Nomura dan sektor semikonduktor.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade