Gotrade News - Saham Salesforce (CRM) melonjak hampir 23% pada Kamis (27/08) usai laporan keuangan kuartal kedua melampaui estimasi analis. Pendapatan perusahaan tumbuh 11% menjadi USD 11,35 miliar, sementara laba disesuaikan tercatat USD 5,90 per saham.
Lonjakan itu didorong keuntungan besar dari investasi strategis Salesforce di startup kecerdasan buatan, Anthropic. Manajemen juga menaikkan panduan pendapatan setahun penuh, memperkuat keyakinan investor terhadap prospek bisnis AI perusahaan.
Key Takeaways
Pendapatan Salesforce kuartal kedua tumbuh 11% menjadi USD 11,35 miliar, di atas ekspektasi pasar.
Laba disesuaikan USD 5,90 per saham, namun sekitar USD 2,53 di antaranya berasal dari keuntungan investasi Anthropic.
Di luar keuntungan investasi, laba inti sekitar USD 3,37 per saham atau tumbuh 16% secara tahunan.
Salesforce menaikkan panduan pendapatan setahun menjadi USD 46,1 miliar hingga USD 46,4 miliar.
Di Balik Lonjakan Laba Salesforce
Menurut The Motley Fool, sekitar USD 2,53 dari laba disesuaikan USD 5,90 per saham berasal dari keuntungan investasi strategis. Keuntungan itu sebagian besar bersumber dari kepemilikan saham Salesforce di Anthropic, bukan dari operasional inti.
Jika keuntungan investasi dikeluarkan, laba inti Salesforce sekitar USD 3,37 per saham. Angka itu tumbuh sekitar 16% dari periode yang sama tahun lalu, mencerminkan kinerja bisnis yang lebih moderat namun tetap solid.
Sinyal Operasional dan Panduan yang Dinaikkan
Di sisi operasional, Salesforce (CRM) mencatat arus kas bebas USD 1,1 miliar, naik 81% secara tahunan. Menurut Yahoo Finance, pendapatan berulang dari lini Agentforce telah mencapai USD 1,5 miliar.
Salesforce juga menaikkan panduan pendapatan setahun penuh menjadi USD 46,1 miliar hingga USD 46,4 miliar. Manajemen turut menaikkan proyeksi laba disesuaikan, memperkuat sinyal bahwa permintaan produk AI perusahaan terus menguat.
Saham Salesforce ditutup melonjak hampir 23% ke kisaran USD 252 pada Kamis (27/08), menurut The Motley Fool. Lonjakan itu menjadi salah satu kenaikan harian terbesar perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah analis turut menaikkan target harga setelah laporan tersebut. Jefferies menaikkan target menjadi USD 300 dari USD 250, sementara Raymond James menaikkannya ke USD 310 dari USD 290.
Bagi investor ritel, sorotan utama laporan ini adalah membedakan lonjakan laba sesaat dari kekuatan bisnis yang berkelanjutan. Momentum Agentforce dan kenaikan panduan menjadi penanda arah, sementara keuntungan investasi Anthropic bersifat satu kali dan belum tentu berulang.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.