Gotrade News - Sektor antariksa AS bergerak ramai pada perdagangan Rabu (28/5/2026) setelah serangkaian katalis menggerakkan saham-saham utamanya. Intuitive Machines (LUNR) melonjak 15,7% ke USD 40,34, sementara Ondas (ONDS) naik 10,5% ke USD 10,80.
Reli ini terjadi bersamaan dengan perintah investigasi FAA terhadap SpaceX usai mishap booster Starship Flight 12. Investor merespons positif kombinasi katalis kebijakan dan kontrak yang membentuk tema antariksa di pasar saham AS.
Key Takeaways
- LUNR melonjak 15,7% ditopang ekspektasi pengumuman misi Artemis III dan kontrak NASA senilai USD 180,4 juta.
- ONDS naik 10,5% jelang RUPS yang membahas akuisisi pengembang software pertahanan AI Omnisys.
- FAA memerintahkan SpaceX menyelidiki mishap booster Starship setelah uji terbang ke-12 pada 22 Mei 2026.
Menurut Investing.com, booster Super Heavy jatuh ke Teluk Meksiko saat kembali usai pemisahan tahap. Pesawat utama tetap berhasil melepas satelit tiruan dan mendarat terkendali di Samudra Hindia.
FAA akan mengawasi setiap tahap investigasi dan menyetujui laporan akhir termasuk tindakan korektifnya. Otoritas tersebut baru akan mengizinkan penerbangan Starship-Super Heavy berikutnya setelah aspek keselamatan publik sepenuhnya terpenuhi.
Uji terbang ini merupakan penerbangan ke-12 Starship sejak 2023 dan iterasi V3 pertama dari sistem roket tersebut. SpaceX telah menggelontorkan lebih dari USD 15 miliar untuk pengembangan demi menciptakan sistem roket sepenuhnya dapat digunakan ulang.
Pemicu Reli Saham Antariksa
Dilansir Insider Monkey, kenaikan LUNR ditopang antisipasi pengumuman misi Artemis III pada 9 Juni di Johnson Space Center. Perusahaan juga memegang kontrak NASA senilai USD 180,4 juta untuk pengiriman muatan ke permukaan bulan.
Kontrak tersebut mencakup tujuh muatan, termasuk lima dari NASA, untuk mempelajari komposisi kimia kawasan Kutub Selatan bulan. Studi juga mencakup struktur regolit dan lingkungan radiasi melalui program Commercial Lunar Payload Services milik badan antariksa AS.
Momentum sektor turut didorong rencana IPO SpaceX yang diperkirakan menggalang USD 75 miliar. Valuasi perusahaan rintisan milik Elon Musk tersebut diperkirakan mendekati USD 2 triliun bila pasar publik benar terealisasi.
Melansir Insider Monkey, kenaikan ONDS bergerak menjelang rapat umum pemegang saham pada 28 Mei 2026. Agenda utama mencakup rencana akuisisi Omnisys Ltd., pengembang software pertahanan berbasis AI asal Israel.
Manajemen Ondas menyebut platform Omnisys akan menjadi lapisan orkestrasi inti bagi portofolio sistem otonom mereka. Fungsinya meliputi perencanaan misi dan optimalisasi sumber daya pertempuran lintas domain pertahanan modern.
Implikasi untuk Investor Ritel
Ondas mencatat kinerja keuangan dramatis pada Q1 2026 dengan laba bersih USD 361 juta. Angka tersebut berbanding kerugian USD 14 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, menandai pembalikan tajam dalam kondisi finansialnya.
Pendapatan kuartalan melonjak lebih dari 1.000% menjadi USD 50,12 juta dari USD 4,2 juta secara tahunan. Akuisisi Omnisys menandai transformasi strategis Ondas menjadi perusahaan teknologi pertahanan berbasis software (software-defined defense).
Untuk eksposur antariksa-pertahanan yang lebih mapan, kamu juga dapat mencermati saham Lockheed Martin (LMT) sebagai pemain klasik dengan portofolio kedirgantaraan luas. Saham ini umumnya menawarkan volatilitas lebih rendah dibanding nama-nama small cap antariksa baru.
Bagi investor ritel Indonesia, kombinasi katalis kontrak NASA, IPO SpaceX, dan ekspansi pertahanan AI memperluas pilihan tematik antariksa global. Volatilitas saham seperti LUNR dan ONDS tetap tinggi sehingga manajemen risiko dan diversifikasi posisi menjadi pertimbangan utama dalam membangun eksposur sektor.












