Saham Tesla (TSLA) Turun 1,3%, Ini Sentimennya (16 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Tesla (TSLA) Turun 1,3%, Ini Sentimennya (16 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Tesla (TSLA) ditutup turun 1,29% ke $362,44 pada sesi 15 Oktober 2026, saat Nasdaq naik 0,08%.
  • Tidak ada sumber yang menyebut penyebab khusus perusahaan; saham chip seperti Nvidia dan AMD juga melemah.
  • Setelah pasar tutup, Tesla memperkenalkan Roadster baru dan WSJ melaporkan kepala divisi energi Mike Snyder keluar.

Gotrade News - Saham Tesla (TSLA) ditutup di $362,44 pada sesi Kamis, 15 Oktober 2026 waktu New York, turun $4,72 atau 1,29% dari penutupan sebelumnya di $367,16. Saham Tesla turun di hari yang sama ketika perusahaan menggelar peluncuran Roadster generasi baru, dan sepanjang sesi itu tidak ada sumber yang kami baca menyebut pemicu khusus perusahaan untuk penurunan ini.

Data Perdagangan Saham TSLA

DataNilai
Harga penutupan$362,44
Perubahan-$4,72 (-1,29%)
Penutupan sebelumnya$367,16
Harga pembukaan$360,57
Rentang harian$355,23 hingga $363,75
Volume26,6 juta saham
Rata-rata volume 30 hari36,4 juta saham
Rentang 52 minggu$297,38 hingga $498,83
Kapitalisasi pasar$1,45 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 6.460.000 per saham (kurs Rp 17.824 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.824 per dolar AS: Yahoo Finance, 15 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga TSLA terkini di halaman harga saham Tesla (TSLA) hari ini.

Baca juga: SpaceX: Ukraine Starlink Access Dispute and Launch-Driven Stock Jump

Pergerakan Saham TSLA Sepanjang Sesi

TSLA dibuka di $360,57, di bawah penutupan sebelumnya, lalu bergerak dalam rentang $355,23 hingga $363,75. Saham ini ditutup $7,21 di atas level terendah harian, dekat batas atas rentang hari itu.

Aktivitas perdagangan relatif sepi. Volume perdagangan tercatat 26,6 juta saham, 26,90% di bawah rata-rata 36,4 juta saham.

Penurunan TSLA berlawanan dengan arah indeks utama. Nasdaq Composite naik 0,08% ke 26.713,03, S&P 500 naik 0,33% ke 7.744,06, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,08% ke 52.177,69. Dibandingkan Nasdaq, kinerja TSLA tertinggal -1,37 poin persentase.

Baca juga: Saham Nvidia (NVDA) Turun 1,8%, Ini Sentimennya (16 Oktober 2026)

Di antara saham teknologi besar, tekanan terlihat pada nama terkait chip: Nvidia (NVDA) turun 1,84% dan AMD (AMD) turun 1,50%, sementara Microsoft (MSFT) naik 1,08%. Dengan harga penutupan ini, TSLA berada 27,34% di bawah level tertinggi 52 minggu di $498,83 dan 21,88% di atas level terendah 52 minggu di $297,38.

Kenapa Saham Tesla Turun?

Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut penyebab khusus perusahaan untuk penurunan TSLA selama sesi 15 Oktober, sehingga pergerakan ini lebih tepat dibaca terhadap indeks yang menguat dan saham chip yang melemah. Meski begitu, beberapa kabar perusahaan muncul di sekitar sesi tersebut.

Pertama, sehari sebelumnya, analis Barclays yang dipimpin Dan Levy merilis laporan yang memandang AI sebagai pendorong utama potensi penggabungan Tesla dan SpaceX. Menurut Axios, kesepakatan semacam itu tetap memerlukan persetujuan pemegang saham dan membawa sejumlah risiko.

Kedua, setelah pasar tutup, Tesla memperkenalkan Roadster generasi baru di fasilitas SpaceX di Waco, Texas. Melansir Yahoo Finance, Elon Musk menyatakan Roadster masuk produksi pada 2028, dan Tesla belum mengumumkan harganya.

Ketiga, The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis malam waktu AS bahwa Mike Snyder, wakil presiden divisi energi dan pengisian daya, meninggalkan Tesla. Dilansir Stocktwits, Snyder belum mengumumkan kepergiannya secara publik, dan posisinya dilaporkan akan diisi AJ Booth. Laporan ini terbit setelah sesi berakhir.

Analisis Saham TSLA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Bisnis penyimpanan energi Tesla terus tumbuh: perusahaan melaporkan pemasangan 13,7 GWh produk penyimpanan, naik sekitar 10% dari 12,5 GWh setahun sebelumnya, menurut Stocktwits.
  • Pabrik Megapack baru di Texas mulai berproduksi pada Agustus, seperti dilaporkan Stocktwits.
  • Barclays memandang AI sebagai pendorong potensi penggabungan Tesla dan SpaceX, yang menurut laporan itu akan menyatukan platform AI kedua perusahaan, menurut Axios.

Risiko

  • Kepergian kepala divisi energi terjadi saat segmen itu menyumbang sekitar 13,5% pendapatan 2025, menurut Stocktwits.
  • Potensi penggabungan dengan SpaceX masih berupa skenario analis, memerlukan persetujuan pemegang saham dan membawa risiko, menurut Axios.
  • Produksi Roadster baru dijadwalkan pada 2028, dan Gene Munster dari Deepwater Management menyebut acara itu sebagai unjuk kemampuan rekayasa tanpa nilai komersial di luar mempermalukan produsen mobil tradisional, menurut Yahoo Finance.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku