Gotrade News - Salesforce naik 4% pada Kamis (26/02) dan menjadi saham dengan performa terbaik di Dow Jones hari itu, meski sektor teknologi secara luas justru melemah. Lonjakan ini terjadi setelah perusahaan melaporkan hasil kuartal keempat fiskal 2026 yang melampaui estimasi analis, ditopang oleh permintaan produk berbasis AI yang terus tumbuh.
Pendapatan kuartal keempat tercatat sebesar $11,2 miliar atau naik 12% secara tahunan, sementara laba per saham (EPS) disesuaikan melonjak 37% menjadi $3,81. Angka EPS ini melampaui konsensus analis dengan selisih $0,76 per saham, menurut laporan The Motley Fool.
Key Takeaways
- Salesforce mencatat pertumbuhan laba kuat berkat AI, tapi proyeksi pendapatan tahunan di bawah harapan pasar
- Buyback $50 miliar terdengar besar, namun tidak ada jadwal pasti dan tidak mengikat perusahaan untuk benar-benar membelinya
- Analis besar seperti Wedbush, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank kompak memangkas target harga meski tetap optimistis jangka panjang
Secara penuh tahun fiskal 2026, pendapatan Salesforce tumbuh 10% menjadi $41,5 miliar dengan laba disesuaikan naik 23% ke $12,52 per saham. Namun, panduan pendapatan untuk fiskal 2027 hanya memproyeksikan pertumbuhan 10%-11%, termasuk kontribusi sekitar tiga poin persentase dari akuisisi Informatica.
Salesforce juga memasang target pendapatan $63 miliar di fiskal 2030, setara CAGR 10% dalam empat tahun. Angka ini stabil tapi masih lebih lambat dibanding raksasa cloud lain seperti Microsoft dan Alphabet, menurut The Motley Fool.
Buyback $50 Miliar, Sinyal Percaya Diri atau Sekadar Strategi?
CEO Marc Benioff menyebut saham Salesforce saat ini diperdagangkan di "harga rendah" sebagai alasan peluncuran program buyback baru senilai $50 miliar. Otorisasi ini menggantikan seluruh program buyback sebelumnya dan setara dengan 28% dari kapitalisasi pasar perusahaan yang berada di kisaran $180 miliar.
Namun, program ini tidak disertai jadwal pelaksanaan yang pasti dan perusahaan tidak berkewajiban untuk menghabiskan seluruh dana tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, Salesforce telah membeli kembali saham senilai $28 miliar, tapi jumlah saham beredar hanya berkurang 4% karena masih tingginya kompensasi berbasis saham yang bersifat dilutif.
Di harga sekitar $200, saham Salesforce terlihat relatif murah di 15 kali laba disesuaikan tahun ini. Tapi analis memperkirakan pertumbuhan EPS disesuaikan hanya 6% di fiskal 2027, sehingga valuasi ini lebih terlihat wajar ketimbang murah, menurut The Motley Fool.
Analis Tetap Optimistis, tapi Pangkas Target
Wedbush menyebut aksi jual di sektor saham perangkat lunak belakangan ini "berlebihan" dan memandang Salesforce sebagai "pemenang jangka panjang" dari booming AI. Meski begitu, firma ini tetap memangkas target harga dari $375 menjadi $325, menurut laporan Investopedia.
Goldman Sachs dan Deutsche Bank juga menurunkan target harga masing-masing ke $281 dan $255, meski keduanya masih mempertahankan rekomendasi beli. Kedua target tersebut tetap menunjukkan potensi kenaikan signifikan dari harga saat ini.
Meski mendapat angin segar dari hasil earnings yang solid, saham Salesforce masih turun sekitar 25% sejak awal tahun dan turun 36% dalam 12 bulan terakhir. Tekanan dari perlambatan pertumbuhan pendapatan serta kekhawatiran persaingan dari platform AI generatif yang lebih baru menjadi faktor utama pelemahan ini.
Hasil earnings ini menunjukkan bahwa strategi AI Salesforce mulai membuahkan hasil secara finansial. Tapi dengan pertumbuhan yang melambat dan buyback yang belum tentu terealisasi penuh, pasar tampaknya masih menunggu bukti lebih lanjut sebelum memberikan valuasi premium kembali.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Investopedia, Salesforce Stock Climbs After Earnings. Wedbush Calls It 'Long-Term Winner' of the AI Boom. Diakses pada 27 Feb 2026
-
The Motley Fool, Salesforce Is Buying Back $50 Billion of Its Own Stock. Should You Be Buying Too?. Diakses pada 27 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock












