Gotrade News - Salesforce (CRM) melampaui ekspektasi kuartal pertama fiskal 2027 dengan pendapatan $11,13 miliar pada 27 Mei 2026. Angka tersebut mengalahkan konsensus $11,05 miliar, sementara laba per saham disesuaikan mencapai $3,88 di atas perkiraan $3,12.
Namun proyeksi Q2 yang lebih lemah dari ekspektasi menekan sentimen investor terhadap saham SaaS secara luas. Pasar khawatir disrupsi AI akan menggerus permintaan lisensi per pengguna yang menjadi tulang punggung sektor ini.
Key Takeaways
- Salesforce membukukan pendapatan Q1 FY27 sebesar $11,13 miliar dan EPS $3,88, keduanya di atas konsensus.
- Panduan Q2 di kisaran $11,27 hingga $11,35 miliar berada di bawah ekspektasi Wall Street sebesar $11,36 miliar.
- Saham CRM tertekan setelah jam perdagangan dan turun hampir 33% sejak awal tahun di tengah narasi SaaSpocalypse.
Pendorong Beat Q1 dan Tekanan Guide Q2
Menurut Investing.com, pendapatan subscription dan support Salesforce tumbuh 14% selama kuartal pertama fiskal 2027. Perusahaan juga mengamankan 98 kesepakatan baru bernilai lebih dari $1 juta dalam annual contract value.
Manajemen memproyeksikan pendapatan Q2 antara $11,27 miliar hingga $11,35 miliar, di bawah konsensus Wall Street $11,36 miliar. Saham CRM melemah tipis di perdagangan setelah jam reguler dan tercatat turun hampir 33% sejak awal tahun.
Panduan yang mengecewakan tersebut mencerminkan kecemasan investor terhadap disrupsi AI pada permintaan SaaS tradisional. Analis bahkan menciptakan istilah SaaSpocalypse untuk menggambarkan kekhawatiran tersebut.
Pelanggan korporasi dikhawatirkan meninggalkan perangkat lunak konvensional dan beralih ke solusi berbasis agen AI. Tekanan ini turut membayangi ServiceNow (NOW) dan vendor SaaS lain yang berbagi model lisensi per pengguna.
Reposisi Agentforce dan Konteks Pasar Lebih Luas
Salesforce memposisikan diri sebagai perusahaan agen AI melalui platform Agentforce yang menawarkan agen otonom. CEO Marc Benioff menegaskan pentingnya membuktikan nilai bagi pelanggan lisensi per pengguna sekaligus klien AI Agentforce.
Analis industri Rebecca Wettemann menilai beberapa kuartal ke depan akan krusial bagi Salesforce. Perusahaan harus menunjukkan nilai nyata kepada kedua tipe pelanggan agar narasi disrupsi AI tidak menggerogoti valuasinya.
Dilansir Investing.com, Salesforce menjadi penggerak penting setelah jam perdagangan bersama Meta Platforms yang naik 3,74% dan Zscaler yang anjlok 31,52%. Marvell Technology turun 4,59% sementara ARM melemah 5,76%.
Tape pasar secara keseluruhan stabil menjelang data PCE dan kewaspadaan atas serangan Iran. Futures S&P 500 naik 0,1% ke 7.545,20 dan futures Nasdaq 100 datar di 30.048,75.
Pelemahan CRM setelah jam perdagangan memperkuat narasi disrupsi AI terhadap SaaS yang menguat sepanjang pekan ini. Trader memantau apakah platform berbasis agen seperti Agentforce dapat mengimbangi erosi pendapatan dari lisensi per pengguna.
Vendor besar seperti Microsoft (MSFT) dengan portofolio Copilot turut menjadi pembanding utama dalam narasi transisi SaaS ke agen AI. Persaingan ini akan menjadi penentu valuasi sektor dalam beberapa kuartal mendatang.












