Gotrade News - CEO OpenAI Sam Altman merevisi kesepakatan militer dengan pihak Departemen Pertahanan pada Senin (02/03). Langkah ini merespons tekanan publik yang memicu eksodus pengguna menuju layanan pesaing.
Revisi tersebut akan melarang penggunaan kecerdasan buatan untuk pengawasan domestik warga negara secara sengaja. Altman mengakui bahwa kesepakatan awal tersebut terlihat oportunistis dan dieksekusi terlalu cepat.
Key Takeaways:
-
OpenAI merevisi kontrak militer Amerika Serikat akibat tekanan publik yang tinggi.
-
Terdapat larangan baru terkait penggunaan kecerdasan buatan untuk pengawasan domestik.
-
Persaingan ketat terjadi dengan layanan Anthropic di sektor kontrak pertahanan militer.
Informasi ini berasal dari laporan langsung oleh portal berita CNBC. Kesepakatan awal terjadi tepat saat pemerintah melarang penggunaan alat Anthropic oleh lembaga federal.
Keputusan sepihak tersebut langsung memicu protes massal dari para pengguna aktif harian. Banyak pengguna dilaporkan mulai meninggalkan aplikasi ChatGPT dan beralih menggunakan sistem Claude.
Kondisi ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap isu etika teknologi kecerdasan buatan masa kini. Investor publik perlu mencermati dampak polemik ini terhadap pangsa pasar ritel perusahaan.
Klausul tambahan juga memastikan badan intelijen tidak bisa sembarangan menggunakan layanan komersial tersebut. Penjelasan tambahan ini disampaikan langsung oleh Sam Altman melalui media sosial pribadinya.
Konteks spesifik terkait badan intelijen ini dikonfirmasi melalui pemberitaan terbaru dari Reuters. Badan seperti NSA kini membutuhkan modifikasi kontrak lanjutan resmi untuk mengakses teknologi itu.
Pihak OpenAI berjanji akan terus bekerja sama dengan Pentagon terkait sistem pengamanan teknis. Altman menyatakan bahwa teknologi saat ini belum sepenuhnya siap untuk semua area operasional.
Perselisihan kontrak militer ini sebelumnya bermula dari polemik yang menimpa perusahaan pesaing utama. Sistem Claude terdeteksi digunakan militer dalam operasi penangkapan presiden Venezuela pada bulan Januari.
Anthropic sempat meminta jaminan ketat sebelum perundingan mereka dengan pihak militer akhirnya buntu. Kesempatan negosiasi ini kemudian langsung diambil oleh pembuat layanan ChatGPT pada akhir pekan.
Altman kini berharap pihak pesaingnya mendapatkan penawaran syarat kontrak dasar yang setara. Dinamika regulasi ini berpotensi mengubah lanskap adopsi teknologi cerdas oleh berbagai institusi pemerintah.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Reuters, OpenAI amending deal with Pentagon, CEO Altman says. Diakses pada 3 Mar 2026
-
CNBC, OpenAI’s Altman admits defense deal was ‘opportunistic and sloppy’ amid backlash. Diakses pada 3 Mar 2026
-
Featured Image: Shutterstock












