Gotrade News - SoftBank resmi kembali ke zona hijau berkat pertaruhan besar Masayoshi Son pada sektor kecerdasan buatan. Momentum ini menjadi bukti awal keberhasilan strategi agresif mereka di tengah kompetisi teknologi global.
Laporan keuangan terbaru menunjukkan perusahaan mencatat laba US$1,6 miliar pada kuartal musim dingin lalu. Capaian ini memulihkan kerugian US$2,4 miliar yang terjadi pada periode sama setahun sebelumnya.
Key Takeaways:
-
SoftBank mencetak profit US$1,6 miliar yang didorong oleh kenaikan nilai investasi pada OpenAI.
-
Masayoshi Son berencana menambah suntikan dana hingga US$30 miliar pada putaran pendanaan berikutnya.
-
Aset di Nvidia dan T-Mobile US dijual demi fokus penuh ke ekosistem AI.
Masayoshi Son telah mengarahkan SoftBank untuk menyuntikkan dana total US$34 miliar ke pembuat ChatGPT tersebut. Langkah ini belum berakhir karena rencana pendanaan lanjutan masih terus digodok oleh manajemen.
Financial Times melaporkan bahwa SoftBank berencana menambah investasi hingga US$30 miliar pada putaran pendanaan berikutnya. Angka fantastis ini menunjukkan keyakinan penuh Son terhadap dominasi OpenAI di masa depan.
Valuasi OpenAI diperkirakan akan melonjak drastis hingga mencapai angka US$750 miliar pasca pendanaan tersebut. Ekspektasi valuasi super tinggi ini turut mengerek harga saham SoftBank hingga naik dua kali lipat dalam 12 bulan terakhir.
Strategi ini didukung oleh ekosistem luas yang mencakup kepemilikan mayoritas di produsen chip Arm Holdings. Mereka juga mengakuisisi perusahaan robotika dan manajer aset khusus AI untuk memperkuat infrastruktur teknologinya.
Manajemen menyebut bahwa 60% aset perusahaan kini terikat pada visi Artificial Superintelligence (ASI). Teknologi masa depan ini digambarkan memiliki kecerdasan 10.000 kali lipat dibandingkan kemampuan manusia.
SoftBank juga terlibat dalam inisiatif Stargate senilai US$500 juta yang didukung oleh tokoh politik AS. Proyek ini bertujuan membangun infrastruktur AI skala besar yang krusial bagi pengembangan teknologi masa depan.
Son rela melepas aset besar lainnya demi memuluskan ambisi besar pada satu perusahaan ini. Manajemen menjual saham Nvidia senilai US$5,8 miliar dan memangkas porsi di T-Mobile US.
Langkah agresif ini tetap memiliki risiko tinggi mengingat besarnya utang baru yang diambil perusahaan. SoftBank tercatat mengambil utang sebesar US$27 miliar pada kuartal musim dingin untuk membiayai manuver ini.
Investor perlu mencermati apakah pertaruhan tunggal pada OpenAI ini mampu menutupi risiko volatilitas pasar teknologi. Sejarah mencatat Son pernah sukses besar namun juga pernah mengalami kerugian masif di masa lalu.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
The Daily Upside, SoftBank’s All In on OpenAI and So Far It’s Paying Off. Diakses pada 13 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











