S&P 500 Terkoreksi, Data Ritel AS Picu Tanda Tanya

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

S&P 500 Terkoreksi, Data Ritel AS Picu Tanda Tanya

Gotrade News - Wall Street menutup perdagangan Selasa dengan koreksi akibat data ekonomi yang meleset dari ekspektasi pasar. Investor kini menahan diri sembari menunggu kejelasan arah inflasi dari laporan harga konsumen mendatang.

Key Takeaways:

  • Penjualan ritel AS stagnan di level nol% dan memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi.

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100
  • Ketakutan disrupsi kecerdasan buatan menekan sektor finansial setelah peluncuran alat pajak baru.

  • Rotasi modal terlihat jelas saat indeks Dow Jones justru mencetak rekor tertinggi baru.

  • Biro Sensus AS melaporkan penjualan ritel Desember stagnan tanpa pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini meleset dari konsensus analis yang mengharapkan kenaikan sebesar 0,4%.

    Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

    Indeks S&P 500 (SPY) turun 0,3% sedangkan Nasdaq melemah lebih dalam sebesar 0,6% pada Selasa (10/02). Penurunan ini mencerminkan sikap hati-hati pasar terhadap daya beli konsumen yang mulai melemah.

    Sentimen negatif juga datang dari kekhawatiran besarnya belanja modal untuk pengembangan kecerdasan buatan. Google baru saja menjual obligasi senilai 20 miliar dolar AS untuk mendanai ekspansi teknologi ini.

    Saham sektor keuangan terpukul keras setelah munculnya alat perencanaan pajak berbasis kecerdasan buatan. CNBC melaporkan bahwa saham LPL Financial anjlok hingga 8,3% akibat sentimen kompetisi ini.

    Indeks Dow Jones justru bergerak berlawanan arah dan berhasil mencetak rekor penutupan tertinggi baru. Fenomena ini menunjukkan adanya perpindahan arus dana investor ke sektor industri yang lebih defensif.

    Pelaku pasar kini melihat peluang pemangkasan suku bunga April naik menjadi 36%. CME Group mencatat kenaikan probabilitas ini seiring melemahnya data ekonomi yang baru dirilis.

    Fokus utama investor selanjutnya tertuju pada rilis data inflasi yang akan keluar Jumat ini. Hasil laporan tersebut akan menjadi penentu utama arah kebijakan The Fed pada pertemuan mendatang.

    Pasar yang bergerak volatil seperti ini seringkali membingungkan investor pemula karena arahnya tidak pasti. Namun fluktuasi tajam justru membuka peluang profit dua arah jika menggunakan instrumen yang tepat.

    Kamu bisa memanfaatkan strategi Options ETF SPY untuk tetap meraih potensi cuan saat pasar naik maupun turun. Raih peluang dari volatilitas pasar AS sekarang dengan fitur yang lebih fleksibel.

    Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

    Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

    Referensi:


    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

    Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


    Rendy Andriyanto
    Ditulis oleh
    Rendy Andriyanto
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade