S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Share this article

Gotrade News - S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (15/04), menyelesaikan pemulihan luar biasa yang menghapus seluruh kerugian dari konflik AS-Iran. Reli ini didorong kombinasi optimisme gencatan senjata, laba perusahaan yang kuat, dan data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan.

S&P 500 ditutup di 7.022,95, naik 0,80% dan melampaui rekor sebelumnya di 6.978,6 yang dicetak pada 27 Januari. Nasdaq Composite naik 1,59% ke 24.016,02, mengalahkan rekor penutupan 29 Oktober di 23.958,47.


Poin Penting

  • S&P 500 telah menghapus penurunan hampir 8% dari puncak ke dasar selama konflik Iran, ditutup di rekor tertinggi baru 7.022,95.
  • Saham teknologi memimpin kenaikan, dengan Microsoft (MSFT) melonjak 4,64% dan ServiceNow naik 7,29% dalam satu sesi perdagangan.
  • Wall Street memproyeksikan pertumbuhan laba S&P 500 melebihi 16% di Q1 2026, level tertinggi dalam empat tahun, memberikan fondasi fundamental di bawah reli ini.

Sektor Teknologi Pimpin Breakout

Saham teknologi mendorong sebagian besar kenaikan saat investor kembali berotasi ke saham pertumbuhan. Perusahaan perangkat lunak menunjukkan kekuatan istimewa, dengan Microsoft (MSFT) naik 4,64% dan Oracle (ORCL) maju 4,27% pada hari itu.

Salesforce (CRM) naik 3,67% seiring permintaan perangkat lunak enterprise tetap tangguh meski ada ketidakpastian geopolitik. ServiceNow memimpin reli software dengan lonjakan 7,29%, mencerminkan kepercayaan baru terhadap model bisnis pendapatan berulang.

Dow Jones Industrial Average menjadi pengecualian, turun 0,15% ke 48.463,72. Divergensi ini menyoroti sifat reli yang didominasi teknologi, menurut The Motley Fool.

Mark Hackett dari Nationwide mengamati bahwa rentang perdagangan yang berkepanjangan diikuti breakout dari sentimen pesimistis cenderung menghasilkan reli yang kuat secara historis. Pergerakan saat ini cocok dengan pola tersebut, di mana berminggu-minggu aksi jual terkait perang menciptakan permintaan terpendam yang meledak.

Saham keuangan juga turut berpartisipasi dalam kenaikan. Morgan Stanley naik 4,52% sementara Bank of America (BAC) naik 1,82%, mencerminkan membaiknya selera risiko di sektor perbankan.

Koreksi bulan Maret telah mereset valuasi teknologi ke level yang lebih menarik, menurut Investing.com. Reset valuasi ini menarik minat investor baru begitu risiko geopolitik mulai mereda.

Keluasan reli melampaui hanya saham berkapitalisasi besar. Robinhood Markets melonjak 10,41% setelah SEC menyetujui aturan day-trading baru untuk investor ritel, menurut The Motley Fool.

Secara khusus, pivot Allbirds ke operasi berbasis AI mengirim sahamnya naik luar biasa 582,33% dalam satu sesi. Meski ini adalah kasus luar biasa, angka ini menggambarkan intensitas selera risiko yang mewarnai perdagangan Selasa.

Harga minyak juga berperan mendukung reli ekuitas. WTI crude turun dari puncak masa perang $112 ke $91 per barel, mengurangi tekanan pada biaya transportasi dan manufaktur di seluruh ekonomi.

Kecepatan Pemulihan Lampaui Pola Historis

Kecepatan pemulihan S&P 500 mengejutkan bahkan pengamat pasar berpengalaman. Indeks turun hampir 8% pada titik terendahnya selama konflik Iran sebelum melakukan pembalikan total dalam beberapa minggu, menurut riset The Motley Fool.

Data historis mendukung pola rebound pasca-konflik ini. Tiga bulan setelah dimulainya Perang Korea, Perang Teluk, Perang Irak, dan Perang Afghanistan, S&P 500 naik dalam persentase dua digit di setiap kasus.

Oliver Pursche dari WealthSpire Advisors mengatribusikan reli pada tiga faktor konvergen. "Laba perusahaan yang kuat, data inflasi lebih baik dari perkiraan, dan keyakinan terhadap kesepakatan AS-Iran mendorong kinerja," katanya kepada Investing.com.

Komponen inflasi layak mendapat perhatian khusus dari investor yang mengamati Federal Reserve. Data harga di bawah perkiraan mengurangi tekanan pada The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, yang mendukung valuasi ekuitas.

Prospek laba Wall Street memperkuat skenario bullish. Analis memproyeksikan pertumbuhan laba S&P 500 melebihi 16% di Q1 2026, yang akan menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun.

Proyeksi pertumbuhan laba ini sangat signifikan karena menunjukkan korporasi Amerika berkinerja baik meski ada hambatan geopolitik. Perusahaan menunjukkan kekuatan pricing power dan efisiensi operasional yang sempat diragukan investor selama konflik.

Adam Sarhan dari 50 Park Investments menambahkan bahwa short-covering berkontribusi pada intensitas reli. Banyak trader mengambil posisi defensif selama konflik, dan perpanjangan gencatan senjata memaksa pembukaan posisi bearish secara cepat.

Mekanisme short-covering menciptakan feedback loop yang memperbesar pergerakan naik. Saat harga naik, pelaku short selling terpaksa membeli saham untuk menutup posisi, mendorong harga lebih tinggi lagi dan memicu lebih banyak penutupan posisi.

S&P 500 ETF (SPY) dan Nasdaq 100 ETF (QQQ) keduanya mencetak rekor intraday, memberikan investor pasif partisipasi penuh dalam sesi bersejarah ini. Kenaikan yang luas ini mengkonfirmasi bahwa reli bukan hanya didorong segelintir saham besar.

Bagi investor ritel yang tetap berinvestasi selama gejolak, pelajarannya jelas dan konsisten dengan sejarah pasar selama berdekade-dekade. Panic selling selama krisis geopolitik secara historis merupakan langkah yang salah.

Data jangka panjang menunjukkan semakin lama investor memegang saham, semakin kecil kemungkinan mengalami kerugian. Prinsip ini sekali lagi tervalidasi saat mereka yang bertahan melalui volatilitas terkait Iran melihat portofolio mereka mencapai level tertinggi baru dalam hitungan minggu.


Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade