SpaceX: Ukraine Starlink Access Dispute and Launch-Driven Stock Jump

Ringkasan
- Gedung Putih dilaporkan memerintahkan SpaceX (SPCX) membatasi layanan Starshield bagi militer Ukraina, menurut laporan Reuters.
- Penerima Starshield dilaporkan berhenti berfungsi pada objek bergerak cepat, sehingga operasi drone Ukraina terganggu.
- Sebelumnya saham SPCX menguat setelah Starship Flight 14 dan dua misi Falcon 9.
Gotrade News - Gedung Putih dilaporkan memerintahkan SpaceX membatasi layanan satelit Starshield yang dipakai militer Ukraina untuk komunikasi medan perang dan operasi drone. Melansir Investing.com, yang mengutip laporan Reuters dari dua pejabat AS dan satu pejabat Barat, para pimpinan Departemen Pertahanan menerima pesan untuk memperlambat layanan Starshield bagi pasukan Ukraina.
Kabar ini muncul saat saham SpaceX (SPCX) baru saja menikmati reli beruntun yang dipicu jadwal peluncuran padat pada awal Oktober 2026.
Perintah Gedung Putih soal Starshield Ukraina
Menurut Investing.com, para pejabat yang menjadi sumber Reuters tidak menyebutkan siapa di Gedung Putih yang mengambil keputusan tersebut, maupun siapa yang menjalankannya. Pentagon disebut sebagai pelanggan terbesar Starshield, versi kelas militer dari layanan komunikasi satelit Starlink milik SpaceX.
Dampaknya sudah terasa di lapangan. Pejabat Ukraina melaporkan pekan ini bahwa penerima Starshield berhenti berfungsi saat dipasang pada objek yang bergerak cepat, sehingga drone Ukraina yang mengandalkannya untuk panduan di atas wilayah Ukraina terganggu dan operasi garis depan Kyiv terhambat.
Pembatasan ini terjadi ketika Presiden Donald Trump mendesak Kyiv menghentikan serangan ke kilang minyak Rusia. Dilansir Investing.com, Trump mengaitkan serangan tersebut dengan kenaikan harga energi dan menilainya mengancam kinerja Partai Republik pada pemilu sela November, sementara kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia yang ia umumkan menuai kritik dari Ukraina dan anggota parlemen AS. Trump juga membantah tudingan bahwa Washington menahan informasi intelijen dari Ukraina.
Reli Saham SPCX Didorong Peluncuran Starship dan Falcon 9
Sebelum kabar Ukraina mencuat, saham SPCX menguat setelah rangkaian peluncuran. Menurut TipRanks, saham SpaceX melonjak pada 2 Oktober 2026 setelah pekan yang padat misi, tanpa merinci besaran kenaikannya.
Starship Flight 14 menjadi penerbangan orbital pertama Starship dan berhasil menempatkan seluruh 26 satelit Starlink V3, meski satu mesin Raptor mati saat pendorong menanjak. Pada hari Kamis di pekan yang sama, Falcon 9 meluncurkan Dragon yang membawa empat astronaut misi NASA Crew-13 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, disusul Falcon 9 lain yang membawa prototipe Project Suncatcher milik Alphabet (GOOGL).
Melansir TipRanks, Google menyatakan satelit tersebut sudah terhubung dan beroperasi sesuai harapan. Misi ini menguji apakah chip Tensor Processing Unit buatan Google kelak bisa menangani beban kerja AI berskala besar di luar angkasa.
| Misi | Hasil menurut sumber |
| Starship Flight 14 | Orbit pertama, 26 satelit Starlink V3 ditempatkan |
| NASA Crew-13 (Falcon 9) | 4 astronaut menuju ISS, misi sekitar enam bulan |
| Google Project Suncatcher (Falcon 9) | Prototipe di orbit, beroperasi sesuai harapan menurut Google |
Saham SPCX Cetak Penutupan Tertinggi Sejak Juni
Menurut Yahoo Finance, saham SPCX ditutup naik lebih dari 7% pada Senin (5 Oktober 2026) dan menambah sekitar 0,5% pada Selasa (6 Oktober 2026), mencetak penutupan tertinggi dalam beberapa bulan atau level yang belum terlihat sejak Juni.
Dalam catatan terbarunya, analis Morgan Stanley (MS) Adam Jonas menilai SpaceX dengan pendekatan sum-of-the-parts, yaitu menilai tiap unit bisnis secara terpisah, seperti dikutip Yahoo Finance. Ia menyebut rilis produk AI, kemajuan Starship dan kontrak neocloud tambahan sebagai faktor yang memengaruhi harga saham SpaceX ke depan. Pandangan ini adalah opini satu analis, bukan kepastian arah harga.
Investor kini perlu menimbang sentimen positif dari peluncuran dengan risiko geopolitik dan regulasi dari isu Starshield di Ukraina.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












