Gotrade News - Pemerintah Indonesia memastikan stok pangan dan energi nasional tetap aman meskipun meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, menyatakan perekonomian nasional stabil di tengah ketidakpastian global. Hal ini berkaitan dengan langkah antisipatif terhadap dampak konflik di kawasan tersebut.
Langkah koordinasi lintas kementerian telah dilakukan untuk menjaga stabilitas nasional. Aries menegaskan bahwa presiden mengumpulkan menteri terkait guna memantau situasi global dan memastikan kebijakan kondusif bagi ekonomi. Keamanan stok pangan dan energi menjadi prioritas dalam menjaga ketahanan nasional di tengah konflik Timur Tengah.
Di sisi lain, konflik antara Iran dan Amerika Serikat memengaruhi harga minyak dunia, mengakibatkan kenaikan harga jual produk UMKM di dalam negeri. Hal ini karena sektor angkutan dan distribusi UMKM sangat bergantung pada bahan bakar. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menyoroti pentingnya menjaga pasar dalam negeri untuk menghadapi dampak tersebut.
Kenaikan harga minyak dunia hingga USD117 per barel melebihi asumsi APBN 2026 sebesar USD70 per barel. Pemerintah berkomitmen menahan harga BBM subsidi agar tidak naik dalam waktu dekat, memberikan stabilitas bagi UMKM. Namun, pemerintah membutuhkan evaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan penyesuaian APBN akibat gejolak harga minyak global.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan belum ada perubahan kebijakan subsidi BBM. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak kenaikan harga minyak pada APBN. Respons ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ancaman global.
Selain itu, pemerintah mempersiapkan langkah pengamanan untuk arus mudik Lebaran. Upaya ini penting agar masyarakat dapat menjalankan perjalanan dengan aman di tengah ketidakstabilan global. Aries berharap situasi geopolitik mereda agar stabilitas kawasan dan ekonomi global pulih kembali.
Meski tantangan global berlangsung, Indonesia berusaha memastikan perekonomian nasional tetap tangguh. Langkah antisipatif dan koordinasi pemerintah menjadi dasar penting dalam memitigasi dampak konflik geopolitik terhadap ekonomi dan masyarakat.
Referensi:
- Liputan6, Pemerintah Sudah Berhitung Kondisi Stok Pangan dan Energi Akibat Dampak Konflik Global. Diakses 11 Maret 2026
- MetroTV, Konflik AS-Iran Dorong Kenaikan Harga Jual Produk UMKM. Diakses 11 Maret 2026
- Kompas, GAPKI Ungkap Permintaan Ekspor Sawit Turun Imbas Perang Timur Tengah. Diakses 11 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












