Gotrade News - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersiap menghadapi dampak konflik di Timur Tengah terhadap sektor pariwisata Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tidak mengalami penurunan signifikan.
Perubahan Strategi Pasar
Pihak Kemenpar menyatakan akan mengalihkan fokus pasar wisatawan dari Timur Tengah dan Eropa ke Asia dan Australia. Langkah ini diambil akibat penurunan jumlah wisatawan dari kawasan konflik yang disertai penutupan penerbangan dari wilayah tersebut.
Vinsensius Jemadu, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan, menjelaskan bahwa pasar baru memiliki potensi besar. Upaya ini dinilai penting guna menjaga kestabilan sektor pariwisata nasional.
Optimalisasi Pasar Domestik
Pemerintah juga berencana mengoptimalkan pasar wisatawan domestik melalui sejumlah event pariwisata. Terdapat 125 kegiatan yang dipilih dari 1.000 usulan event untuk merangsang pariwisata lokal.
Mayoritas dari kegiatan ini adalah event budaya yang merupakan kekuatan pariwisata Indonesia. Dengan mengandalkan potensi domestik, diharapkan kerugian akibat konflik internasional dapat diminimalkan.
Vinsensius menegaskan, kontribusi wisatawan nusantara menjadi tulang punggung pariwisata nasional. Melalui strategi ini diharapkan dapat mengatasi tantangan akibat krisis global yang sedang berlangsung.
Referensi:
- MetroTV, Filipina Resmi Umumkan Status Darurat Energi Nasional selama 1 Tahun. Diakses 28 Maret 2026
- Berita Satu, Kemenpar Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah ke Pariwisata. Diakses 28 Maret 2026
- MetroTV, Presiden Prabowo Dorong Optimalisasi Potensi SDA untuk Ketahanan Energi. Diakses 28 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












