Gotrade News - Kabar mengejutkan muncul dari industri fintech global. Stripe dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi PayPal, baik secara keseluruhan maupun sebagian unit bisnisnya, menurut laporan Bloomberg yang dikutip Traders Union pada Kamis (26/02).
Namun, sumber yang mengetahui situasi tersebut menyebut PayPal tidak sedang mencari pembeli. Informasi ini disampaikan oleh Mezha pada Jumat (27/02), mempertegas bahwa diskusi masih sangat awal dan belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak.
Key Takeaways:
- Stripe dilaporkan tertarik mengakuisisi PayPal yang valuasinya turun ke sekitar US$41 miliar, hampir separuh dari puncaknya
- PayPal membantah sedang mencari penjualan, meski tengah mengalami pergantian CEO dan tekanan persaingan
- Jika terealisasi, kesepakatan ini bisa menjadi momen konsolidasi terbesar di industri fintech global
Dalam setahun terakhir, PayPal kehilangan hampir separuh nilai pasarnya dengan kapitalisasi turun ke sekitar US$41 miliar. Perusahaan yang pernah menjadi standar pembayaran online ini kini berada dalam posisi yang jauh berbeda dari era keemasannya.
Tekanan semakin besar setelah hasil kuartal keempat di bawah ekspektasi dan pertumbuhan volume pembayaran yang melambat. Bulan ini, CEO Alex Chriss diberhentikan setelah strategi pemulihannya gagal memberikan hasil yang diharapkan.
Pergantian Kepemimpinan di Tengah Tekanan Pasar
Mulai 1 Maret, Enrique Lores yang saat ini menjabat sebagai chairman dewan direksi akan mengambil alih posisi CEO. Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah persaingan yang semakin ketat dari Apple Pay hingga solusi pembayaran terintegrasi di berbagai platform marketplace.
Menurut sumber yang mengetahui prosesnya, beberapa bank sebelumnya bekerja sama dengan Alex Chriss terkait kemungkinan kampanye investor aktivis atau bahkan pengambilalihan paksa. Situasi ini menambah ketidakpastian terhadap arah strategis PayPal ke depan.
Di sisi lain, Stripe saat ini bernilai sekitar US$159 miliar dan masih berstatus perusahaan tertutup. Posisi ini memungkinkan Stripe berinvestasi jangka panjang tanpa tekanan laporan keuangan kuartalan dari pasar publik.
Dua Model Bisnis yang Berbeda
Jika akuisisi benar terjadi, Stripe akan mendapatkan akses langsung ke basis konsumen global PayPal termasuk Venmo. Namun tantangannya besar karena kedua perusahaan memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap pasar pembayaran digital.
PayPal dibangun sebagai platform konsumen yang mempermudah pembayaran online bagi pengguna individu. Stripe sejak awal fokus pada infrastruktur teknis untuk bisnis, menyediakan API pembayaran yang menjadi standar bagi startup dan platform SaaS di seluruh dunia.
Meski belum ada kepastian apakah kesepakatan ini akan terwujud, diskusi ini sendiri menjadi sinyal penting. Industri fintech yang selama ini identik dengan inovasi dan pertumbuhan cepat mulai memasuki fase konsolidasi.
Pertanyaan besar yang muncul bukan sekadar soal siapa membeli siapa. Fokusnya kini bergeser ke model bisnis mana yang lebih tahan banting dalam siklus ekonomi digital berikutnya, apakah platform konsumen atau infrastruktur teknologi pembayaran.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Traders Union, Stripe may acquire PayPal: A generational shift in fintech. Diakses pada 27 Feb 2026
-
Mezha, PayPal Not Seeking Sale Amid Stripe Interest and Leadership Changes. Diakses pada 27 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock












