Gotrade News - Pemerintah masih merampungkan skema subsidi motor listrik senilai Rp5 juta per unit yang menunggu Peraturan Menteri Keuangan. Pada saat bersamaan pajak kendaraan listrik mulai berlaku pada April dan VinFast menyandarkan target laba 2027 pada IPO unit Green SM.
--- - Subsidi motor listrik Rp5 juta belum final, masih menunggu PMK dari Kementerian Keuangan. - Pajak EV berlaku April 2026 berpotensi menaikkan harga 5-15% dan menahan permintaan. - VinFast targetkan laba 2027 lewat IPO Green SM dan pengiriman 300.000 unit kendaraan. ---
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan diskusi teknis masih berjalan antara timnya dan Kementerian Keuangan. Mekanisme penyaluran serta basis perhitungan subsidi belum mencapai kesepakatan final.
Agus menilai angka Rp5 juta cukup wajar untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di pasar domestik. Pemerintah juga sedang mempertimbangkan insentif untuk seluruh tipe kendaraan listrik, tidak hanya motor.
Inisiatif subsidi bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan impor BBM. Jumlah unit yang akan disubsidi bergantung pada alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan.
Sementara itu, pajak kendaraan listrik berlaku efektif April 2026 lewat Permendagri Nomor 11/2026 yang mengakhiri pembebasan pajak otomatis untuk BEV. Akademisi ITB Yannes Martinus Pasaribu menilai harga kendaraan dapat naik 5-15% bergantung wilayah.
Yannes memperkirakan penjualan EV nasional akan menurun cukup besar pada kuartal kedua dan ketiga. Konsumen banyak menunda pembelian sambil menunggu kepastian insentif pemerintah daerah.
Pertumbuhan penjualan EV di Indonesia sebelumnya tercatat sangat kuat dengan kenaikan 95,9% pada kuartal pertama 2026. Pemerintah pusat mendelegasikan keringanan pajak kepada pemerintah daerah berdasarkan kapasitas fiskal masing-masing.
Di pasar global, VinFast melaporkan kerugian USD3,9 miliar atau setara Rp67,35 triliun meski penjualan unit naik dua kali lipat. Perusahaan menargetkan pengiriman 300.000 unit kendaraan listrik sepanjang 2026 dengan dua per tiga diserap pasar Vietnam.
Titik impas laba kotor diundur ke 2027-2028 dari target sebelumnya yang lebih cepat. Beban ekspansi internasional dan strategi harga agresif menjadi faktor utama pelambatan profitabilitas.
Pendiri Vingroup Pham Nhat Vuong menyatakan IPO unit taksi listrik Green SM dijadwalkan pada paruh kedua 2028. Aksi korporasi ini diharapkan memberikan nilai tambah besar bagi induk usaha.
VinFast melanjutkan ekspansi di Asia Tenggara termasuk Indonesia, India, dan Filipina sambil bersikap hati-hati di AS dan Eropa. Tekanan biaya ekspansi serta kompetisi global yang ketat menjadi tantangan utama produsen.












