Gotrade News - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Senin (6/4/2026), mencapai Rp 17.007 per dolar AS. Ini merupakan akibat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Iran yang memicu ketidakpastian global.
Faktor Eksternal Pengaruhi Rupiah
Meningkatnya risiko geopolitik dan lonjakan harga minyak menambah tekanan pada rupiah. Dolar AS jadi pilihan utama di masa ketidakpastian ini.
Harga minyak mentah melonjak di atas US$ 100 per barel, memperburuk kekhawatiran inflasi global. Hal ini bisa memaksa bank sentral untuk menahan suku bunga lebih lama.
Dampak Terhadap Pasar Asia
Banyak mata uang Asia cenderung melemah terhadap dolar AS. Namun, sebagian seperti yen Jepang dan won Korea Selatan menunjukkan penguatan.
Di pasar Non-Deliverable Forward, rupiah tetap berada di level tinggi di atas Rp 17.000 per dolar AS. Kondisi ini merefleksikan kekhawatiran global atas pasokan energi.
Situasi ini berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi global dengan arus modal keluar dari negara berkembang. Investor lebih berhati-hati dalam situasi geopolitik yang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Referensi:
- MetroTV, Rupiah Pagi Ini Turun 0,25% ke Rp17.023/USD. Diakses 6 April 2026
- Berita Satu, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp 17.007 Per Dolar AS Imbas Konflik Iran. Diakses 6 April 2026
- Bloomberg Technoz, Rupiah Masih Dibanderol Rp17.000-an/US$ di Luar Negeri. Diakses 6 April 2026
Featured Image: GPT Image 1.5













