Tesla Gagal Target Revenue Q1, Musk Akui Keterbatasan FSD

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Tesla Gagal Target Revenue Q1, Musk Akui Keterbatasan FSD

Share this article

Gotrade News - Tesla melaporkan hasil kuartal pertama 2026 dengan revenue di bawah ekspektasi analis. Meski earnings per share berhasil melampaui konsensus, saham TSLA turun 0,81% ke $384,39 di perdagangan after-hours.

Key Takeaways

  • Tesla naikkan proyeksi CapEx 2026 dari $20 miliar menjadi lebih dari $25 miliar untuk infrastruktur AI dan robotaxi
  • Musk akui Hardware 3 tidak mampu menjalankan Full Self-Driving tanpa pengawasan, berdampak pada 4 juta kendaraan
  • Tesla gandeng Intel untuk produksi chip AI in-house menggunakan proses 14A di Terafab

CFO Vaibhav Taneja mengonfirmasi proyeksi CapEx 2026 melonjak menjadi lebih dari $25 miliar. Angka ini naik signifikan dari panduan sebelumnya yang berada di kisaran $20 miliar.

Belanja besar tersebut difokuskan untuk infrastruktur AI, dukungan robotaxi, dan program Optimus. Tesla juga mengalokasikan dana untuk manufaktur semikonduktor dan peralatan solar.

Musk menyatakan bahwa pengeluaran tinggi ini akan menghasilkan arus pendapatan masa depan yang jauh lebih besar. Namun free cash flow diperkirakan tetap negatif sepanjang sisa tahun 2026.

Dalam earnings call Selasa (22/04), Musk mengakui keterbatasan fatal pada Hardware 3 Tesla. Sekitar 4 juta kendaraan Tesla secara global terdampak oleh keterbatasan ini.

Musk menyatakan bahwa Hardware 3 tidak memiliki kemampuan untuk mencapai FSD tanpa pengawasan. Pernyataan ini bertentangan dengan klaim tahun 2022 bahwa HW3 memiliki daya komputasi "lebih dari cukup".

Banyak pemilik Tesla telah membayar $8.000 hingga $15.000 untuk fitur Full Self-Driving. Hingga saat ini belum ada pengumuman soal upgrade hardware gratis, refund, atau kompensasi.

Hardware 3 dinilai tidak mampu memproses feed dari banyak kamera secara bersamaan dengan neural network kompleks. Gugatan class-action dari pemilik Tesla yang merasa dirugikan sudah mulai berjalan.

Di sisi kompetitor, Waymo dan Cruise sudah mengoperasikan kendaraan otonom tanpa pengawasan. Mercedes-Benz juga telah mendapatkan persetujuan Level 3 di Amerika Serikat.

Satu kabar positif datang dari kemitraan Tesla dengan Intel untuk produksi chip AI in-house. Saham Intel naik sekitar 4% di after-hours setelah pengumuman tersebut.

Tesla akan menggunakan proses 14A Intel di fasilitas Terafab untuk chip AI mereka. Proses 14A diperkirakan mencapai kematangan teknologi pada tahun 2027.

Kombinasi revenue miss dan pengakuan keterbatasan FSD memberikan tekanan signifikan pada sentimen investor. Pelaku pasar kini menunggu kejelasan soal kompensasi bagi pemilik HW3 dan realisasi belanja CapEx besar Tesla.


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade