Tesla Tertinggal dari Waymo di Lomba Robotaxi, TSLA Anjlok

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Tesla Tertinggal dari Waymo di Lomba Robotaxi, TSLA Anjlok

Share this article

Gotrade News - Persaingan robotaxi di Amerika Serikat memasuki babak baru yang kurang menguntungkan untuk Tesla. Filings terbaru menunjukkan armada Tesla di Texas masih jauh tertinggal dari Waymo.

Investor mulai menimbang ulang ekspektasi terhadap roadmap otonomi Tesla. Saham Tesla (TSLA) sudah menekan portofolio banyak trader sepanjang Q1 2026.

Key Takeaways

  • Armada robotaxi Tesla di Austin hanya sekitar 12 unit, jauh di bawah Waymo dengan 100+ unit di Phoenix.
  • Saham TSLA turun tajam di Q1 2026 karena miss pengiriman, tekanan kompetisi, dan delay robotaxi.
  • Waymo, anak usaha Alphabet, memperluas armada Phoenix dengan generasi robotaxi terbaru.

Selisih Armada di Lapangan

Menurut Quartz, filings negara bagian Texas mengungkap armada Tesla di Austin masih sangat kecil. Angka ini hanya sekitar 12 unit yang aktif beroperasi di jalan.

Bandingkan dengan Waymo yang sudah menjalankan lebih dari 100 unit di Phoenix saja. Selisih armada ini memberikan gambaran nyata tentang siapa pemimpin komersial otonomi saat ini.

Tesla memang baru memulai layanan robotaxi terbatas di Austin pada pertengahan 2026. Namun ekspektasi pasar terhadap skala layanan ini sudah terlanjur tinggi sejak Elon Musk berbicara di event Cybercab.

Realitas operasional yang muncul di filings memberikan tekanan psikologis tambahan. Narasi kepemimpinan otonomi Tesla yang lama dipegang kini mulai dipertanyakan investor.

Tekanan ke Saham TSLA

Dilansir Insider Monkey, saham TSLA mencatat penurunan tajam sepanjang Q1 2026. Tiga faktor utama menekan harga sahamnya secara bersamaan.

Pertama, miss pada angka pengiriman kendaraan menjadi sinyal melemahnya permintaan inti. Margin kendaraan Tesla juga terus tergerus akibat pemotongan harga berulang.

Kedua, persaingan dari produsen kendaraan listrik China dan pemain otonomi seperti Waymo semakin nyata. Tesla tidak lagi menjadi satu-satunya pilihan investor untuk tema mobilitas masa depan.

Ketiga, delay pada peluncuran robotaxi komersial skala besar membuat valuasi sulit dipertahankan. Bagian besar valuasi TSLA selama ini bersandar pada cerita robotaxi dan FSD.

Melansir laporan tersebut, kombinasi faktor ini memicu rotasi modal dari TSLA ke saham tema AI lain. Uber (UBER) menjadi salah satu nama yang justru diuntungkan tren ride-hailing otonomi.

Ekspansi Waymo di Phoenix

Menurut Axios, Waymo meluncurkan generasi robotaxi terbaru di Phoenix. Armada baru ini memperkuat posisi Waymo sebagai pemimpin otonomi komersial di AS.

Sebagai unit dari Alphabet (GOOGL), Waymo memiliki sumber daya kapital dan riset yang dalam. Skala operasional di Phoenix menjadi etalase keunggulan teknis dibanding pesaing.

Ekspansi armada ini juga memberi sinyal bahwa unit economics Waymo mulai membaik. Manajemen Alphabet tampak memberikan ruang investasi yang lebih agresif untuk segmen ini.

Bagi investor yang melihat tema otonomi sebagai sektor jangka panjang, gap eksekusi antara Tesla dan Waymo menjadi data penting. Membandingkan posisi kompetitif kedua nama membantu menyusun bobot alokasi yang lebih realistis.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade