Gotrade News - Pasar saham global sempat merespons positif pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Sayangnya euforia ini tidak bertahan lama setelah eskalasi geopolitik kembali memanas.
Kurang dari 24 jam setelah kesepakatan, Iran kembali menutup Selat Hormuz. Tindakan ini merupakan respons langsung terhadap serangan Israel ke wilayah Lebanon.
Key Takeaways:
Penutupan Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran krisis energi.
Lonjakan harga minyak mentah berpotensi mengerek angka inflasi global.
Sektor teknologi dan perbankan menjadi penyeimbang sentimen pasar saat ini.
Menurut laporan pasar terbaru, harga minyak mentah Brent langsung melonjak 8%. Angka ini membawa harga minyak menembus level 102 dolar per barel.
Kondisi ini langsung menghapus sentimen positif yang sempat muncul. Kontrak berjangka S&P 500 ETF langsung anjlok sekitar 1,2% pada perdagangan awal pekan.
Ancaman Inflasi Kembali Menguat
Lonjakan harga energi ini membawa ancaman baru bagi perekonomian global. Kekhawatiran terhadap krisis pasokan energi kembali mendominasi sentimen para investor.
Kondisi ini membuat jalur kebijakan bank sentral Amerika Serikat semakin rumit. Tekanan biaya input diperkirakan akan segera merambat ke harga konsumen.
Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun bahkan sudah menyentuh 2,49%. Angka ini merupakan rekor imbal hasil tertinggi sejak tahun 1997.
Investor kini sangat menantikan rilis data Indeks Harga Produsen pekan ini. Data tersebut akan mengonfirmasi seberapa parah tekanan biaya yang terjadi.
Fokus Laporan Keuangan Sektor Teknologi
Di tengah gejolak makroekonomi, sektor teknologi justru masih menunjukkan ketahanan. Permintaan infrastruktur kecerdasan buatan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan sektor ini.
Produsen cip TSMC dikabarkan segera mencetak rekor laba kuartal keempat berturut-turut. Pencapaian ini didorong oleh tingginya pesanan komponen kecerdasan buatan global.
Sementara itu, Goldman Sachs dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Senin pagi. Para analis memprediksi pendapatan perdagangan saham perusahaan tersebut sangat kuat.
Volatilitas pasar yang tinggi justru memberikan keuntungan bagi sektor perbankan investasi. Namun pasar masih menunggu panduan masa depan dari manajemen perusahaan.
Arah pasar saham ke depannya masih belum sepenuhnya terlihat jelas. Kamu harus sangat berhati-hati merespons pergerakan harga jangka pendek ini.
Tim analis Gotrade akan membedah strategi menghadapi pasar yang bergejolak. Tonton sesi live stream khusus malam ini untuk panduan lengkapnya.
Live stream akan mulai langsung pada Senin (13/04) pukul 20:00 WIB. Klik link di bawah ini untuk bergabung!












