Gotrade News - Pemerintahan Donald Trump tengah mendesak perusahaan teknologi besar untuk menandatangani komitmen publik bahwa pembangunan data center tidak akan membebani tagihan listrik konsumen. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa ekspansi infrastruktur AI bisa mendorong kenaikan biaya energi bagi masyarakat.
Menurut laporan Bloomberg pada Selasa (24/02), pejabat Gedung Putih meminta eksekutif teknologi menandatangani pakta non-binding yang menyatakan perusahaan mereka akan menanggung sendiri biaya infrastruktur pendukung data center. Microsoft dan Alphabet disebut sebagai perusahaan yang sedang diajak berdiskusi soal komitmen ini.
Key Takeaways:
- Gedung Putih mendesak perusahaan teknologi menandatangani pakta sukarela agar biaya data center tidak dibebankan ke konsumen
- Langkah ini menjadi respons terhadap resistensi publik dan risiko politik menjelang pemilu paruh waktu November 2026
- Meski tidak mengikat secara hukum, komitmen publik ini bisa memengaruhi arah kebijakan energi dan ekspansi AI ke depan
Inisiatif ini berusaha menjawab masalah politik dan relasi publik yang muncul seiring pembangunan data center secara masif di berbagai wilayah AS. Perusahaan teknologi membutuhkan daya komputasi lebih besar untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan.
Gelombang penolakan dari masyarakat lokal semakin menguat di sejumlah wilayah AS. Kelompok aktivis memobilisasi perlawanan terhadap konstruksi data center karena dampaknya terhadap infrastruktur lokal, pasokan air, dan ketersediaan listrik.
Beberapa yurisdiksi sudah mengambil langkah konkret merespons kekhawatiran tersebut. Kota Atlanta dan New Orleans, menurut Bloomberg, telah memberlakukan pembatasan pembangunan data center baru di wilayah mereka.
Isu ini juga membawa risiko politik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Kekhawatiran soal biaya hidup menjadi perhatian utama pemilih, dan tagihan listrik yang terus naik bisa menjadi beban elektoral bagi Partai Republik.
Meski Trump sempat mempromosikan penurunan harga bensin, biaya listrik konsumen justru meningkat melampaui laju inflasi secara keseluruhan. Kenaikan ini didorong oleh permintaan dari operasi industri, data center, dan elektrifikasi rumah tangga.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump kemungkinan akan menyoroti komitmen perusahaan teknologi ini dalam pidato State of the Union pada Selasa (24/02). Langkah ini bisa menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menunjukkan kendali atas dampak ekspansi AI.
Tekanan Politik dan Janji Kampanye yang Belum Terealisasi
Saat kampanye 2024, Trump berjanji akan memangkas harga listrik hingga separuh dalam 18 bulan setelah menjabat. Kenyataannya, tagihan listrik konsumen justru terus meningkat sejak ia kembali ke Gedung Putih.
Trump sendiri sudah mengisyaratkan arah kebijakan ini melalui unggahan media sosial pada Januari lalu. Ia menegaskan bahwa meskipun data center adalah kunci boom AI, perusahaan teknologi besar harus menanggung sendiri biayanya.
Langkah Lanjutan di Sektor Energi
Selain meminta komitmen dari perusahaan teknologi, pemerintahan Trump juga menekan jaringan listrik terbesar di AS untuk menggelar lelang darurat. Mekanisme ini akan memungkinkan perusahaan teknologi menawar pasokan listrik jangka panjang secara kompetitif.
Meski pakta yang diminta bersifat sukarela dan tidak mengikat secara hukum, pejabat pemerintah meyakini komitmen publik dan formal bisa menciptakan akuntabilitas. Langkah ini diharapkan memberi jaminan kepada konsumen bahwa ekspansi AI tidak akan mengorbankan stabilitas harga energi.
Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah AS sedang mencari keseimbangan antara mendorong inovasi AI dan melindungi kepentingan konsumen. Dinamika ini akan menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam menilai prospek sektor teknologi ke depan.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
Bloomberg, Trump Seeks Vows from Tech Executives to Cover Data Center Costs. Diakses pada 24 Feb 2026
-
Featured Image: Shutterstock











