Gotrade News - Presiden Donald Trump menetapkan target pertumbuhan ekonomi AS yang sangat agresif sebesar 15% jika Kevin Warsh resmi memimpin Federal Reserve. Ambisi ini jauh melampaui proyeksi pasar saat ini dan membawa tekanan besar bagi arah kebijakan moneter Amerika Serikat ke depan.
Key Takeaways:
Trump menargetkan pertumbuhan 15%, jauh di atas rata-rata historis 2,8%.
Pencalonan Kevin Warsh terancam tertunda akibat konflik politik dengan Senator Thom Tillis.
Target pertumbuhan super tinggi berisiko memicu lonjakan inflasi yang ekstrem.
Dalam wawancara dengan Fox Business yang tayang pada Selasa (10/02), Trump secara terbuka menyebut penunjukan Jerome Powell sebelumnya sebagai kesalahan besar. Ia meyakini Warsh memiliki kapasitas untuk memacu ekonomi jauh lebih cepat dibandingkan laju rata-rata 2,8% dalam lima dekade terakhir.
Target 15% ini tercatat sangat jarang terjadi sejak tahun 1950-an, kecuali saat momen pemulihan pasca-pandemi pada kuartal ketiga 2020. Data Bloomberg mencatat bahwa ekonomi AS tahun ini diproyeksikan hanya tumbuh 2,4%, membuat target Trump terlihat sebagai pertaruhan besar menjelang pemilu paruh waktu.
Namun, jalan Warsh menuju kursi The Fed tidak mulus karena Senator Thom Tillis berjanji memblokir konfirmasi pencalonan tersebut di Senat. Langkah ini diambil sebagai respons keras atas penyelidikan Departemen Kehakiman terhadap Powell yang sedang berlangsung di bawah administrasi Trump.
Jika target pertumbuhan 15% ini benar-benar dikejar, risiko utamanya adalah lonjakan inflasi yang akan sangat sulit dikendalikan oleh bank sentral. Padahal, investor saat ini masih mengharapkan adanya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini untuk menjaga stabilitas pasar.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian baru bagi investor global yang mengharapkan pelonggaran moneter yang stabil dan terukur. Pasar kini harus bersiap menghadapi volatilitas tinggi yang bergantung sepenuhnya pada nasib konfirmasi Warsh dan realisasi kebijakan agresif tersebut.
Ketidakpastian arah kebijakan The Fed dan target pertumbuhan yang ekstrem ini bisa memicu pergerakan pasar yang liar dalam waktu dekat. Bagi investor cerdas, volatilitas tinggi seperti ini bukan hanya soal risiko, tapi juga peluang besar untuk mencetak keuntungan dari kedua arah pergerakan harga.
Dengan menggunakan Options ETF SPY, kamu tidak perlu pusing menebak apakah pasar akan naik karena pertumbuhan ekonomi atau turun karena ketakutan inflasi. Strategi Options memungkinkan kamu untuk tetap cuan di tengah guncangan pasar yang terjadi.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
Bloomberg, Trump Says Fed Pick Warsh Can Get Economy to Hit 15% Growth. Diakses pada 10 Februari 2026
PA News, Trump sets a 15% growth target; Warsh's potential appointment as Fed head may increase pressure.. Diakses pada 10 Februari 2026
Featured Image: Bloomberg












