Jakarta, Gotrade News - Donald Trump kembali menekan isu Greenland lewat pesan kepada PM Norwegia Jonas Gahr Støre. Kali ini, isu tersebut cepat berubah menjadi sorotan pasar karena dibarengi ancaman tarif terhadap sekutu.
Key Takeaways:
-
Isu Greenland kini menjadi uji hubungan AS dan Eropa, dengan risiko merembet ke kebijakan tarif.
-
Pasar menunggu dua hal dalam pekan ini, keputusan tarif dari AS dan respons resmi Uni Eropa.
-
Arah berikutnya ditentukan eskalasi diplomatik dan hasil pertemuan darurat para pemimpin Eropa.
Baca Juga: Kanada Longgarkan Tarif EV China, Tesla Berpeluang Untung
Bloomberg dan BBC melaporkan isi pesan Trump yang mengaitkan dorongan menguasai Greenland dengan kekecewaan soal Nobel Perdamaian. Dalam pesan itu, ia menyebut tidak lagi merasa wajib hanya memikirkan perdamaian.
Dari sisi Norwegia, Støre menegaskan Nobel Perdamaian diputuskan komite independen, bukan pemerintah. Klarifikasi ini penting karena narasi “Norwegia menolak memberi Nobel” tidak sesuai proses resminya.
Fokus pasar tarif dan respons Eropa
Tensi meningkat setelah Trump mengancam tarif terhadap sekelompok anggota NATO. Rencana awalnya menyebut tarif 10% mulai Februari, dengan kemungkinan naik menjadi 25% pada Juni.
Uni Eropa membahas opsi balasan jika ancaman tarif itu benar dijalankan. Salah satu skenario yang muncul adalah tarif atas barang AS senilai sekitar €93 miliar.
Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan darurat pada Kamis. Bagi pelaku pasar, sinyal yang keluar dari pertemuan itu bisa menentukan apakah tensi mereda atau justru naik level.
Kenapa Greenland jadi isu strategis
Greenland dipandang strategis karena posisinya di Arktik mendukung pemantauan wilayah dan jalur pelayaran. Lokasinya juga dinilai penting untuk sistem peringatan dini dalam skenario ancaman rudal.
Trump mempertanyakan legitimasi kepemilikan Denmark atas Greenland. Ia juga menilai Denmark tidak mampu melindungi wilayah itu dari pengaruh Rusia atau China.
Sejumlah pejabat Denmark dan Greenland dijadwalkan bertemu Sekjen NATO Mark Rutte. Dalam waktu dekat, fokusnya ada pada koordinasi keamanan, upaya de-eskalasi, dan pesan yang ingin disampaikan ke Washington.
Berikut satu kalimat kunci dari pesan Trump. “The World is not secure unless we have Complete and Total Control of Greenland.”
Bagi investor Indonesia, isu ini relevan karena tensi tarif biasanya menekan selera risiko global. Jika eskalasi berlanjut, volatilitas cenderung naik pada saham siklikal dan aset berisiko.
Dalam fase ini, pasar tidak menilai klaim Nobel, melainkan risiko kebijakan tarif dan respons balasan. Langkah yang paling ditunggu adalah keputusan resmi dari AS, serta respons terukur dari Uni Eropa.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!











