Gotrade News - Tesla kembali menghadapi masalah hukum serius setelah Justine Saint Amour mengajukan gugatan senilai $1 juta di Texas. Saint Amour menuduh CEO Tesla, Elon Musk, membuat keputusan desain berbahaya dalam teknologi Full Self-Driving (FSD) yang menyebabkan hampir terjadinya kecelakaan fatal pada kendaraannya.
Key Takeaways:
- Gugatan menyoroti keputusan desain self-driving Tesla yang kontroversial.
- Kritik terhadap pengaruh Elon Musk dalam pengambilan keputusan teknis Tesla.
- Tesla menghadapi rentetan masalah hukum, menyusul kasus serupa di berbagai lokasi.
Dalam gugatannya, Saint Amour menyatakan bahwa Cybertruck miliknya, yang dilengkapi dengan paket FSD, hampir terjun ke jurang ketika fitur autopilot diaktifkan di Houston. Dia berhasil menghentikan kendaraan tepat waktu sebelum terjadi kecelakaan yang lebih parah.
Pengaduan tersebut juga memperdebatkan keputusan Tesla mempertahankan Elon Musk di posisinya saat ini. Musk dituduh mengabaikan masukan dari para insinyur Tesla yang ingin menggunakan teknologi LiDAR dalam sistem self-driving mereka untuk keamanan lebih baik.
Tesla sudah beberapa kali menghadapi tuntutan hukum terkait teknologinya. Kasus terbaru ini bukanlah kasus pertama yang mempermasalahkan fitur keselamatan dari kendaraan Tesla. Sebelumnya, Tesla juga digugat di China dan di Amerika terkait teknologi FSD mereka.
Meskipun mendapatkan kritik keras, Tesla masih menunjukkan tren harga yang baik dalam waktu panjang, meskipun saham TSLA mengalami penurunan kecil di perdagangan setelah jam kerja.
Referensi:
- Benzinga, Tesla Hit With $1 Million FSD Lawsuit In Texas, Owner Blames 'Aggressive And Irresponsible Salesman' Elon Musk: Report. Diakses 12 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












