Gotrade News - Pemerintah Inggris memutuskan menggandakan tarif impor baja menjadi 50% untuk menyelamatkan pabrik domestik dari ancaman kebangkrutan. Keputusan ini disampaikan oleh Sekretaris Bisnis, Peter Kyle, dalam kunjungannya ke pabrik Tata Steel di Port Talbot.
Langkah ini muncul setelah peringatan dari manajemen Tata Steel terkait ancaman tutupnya operasi dalam dua bulan jika tidak ada kebijakan penyelamatan. 50% dari baja yang digunakan di Inggris akan diproduksi dalam negeri, dengan separuhnya dihasilkan oleh pabrik di Wales.
Key Takeaways:
- Kebijakan ini bertujuan meningkatkan produksi domestik sebesar 30%.
- Inggris berusaha meredam persaingan tidak sehat dari impor baja murah, khususnya dari China.
- Pabrik baru dengan teknologi lebih ramah lingkungan di Port Talbot diharapkan beroperasi pada 2028.
Selain meningkatkan tarif, kuota impor baja dari luar negeri akan dikurangi hingga 60% mulai Juli. Peter Kyle menekankan bahwa tindakan ini penting untuk menciptakan lapangan persaingan yang adil bagi produsen baja Inggris yang menghadapi ketidakadilan kompetitif.
Kebijakan tarif yang diperbarui ini sejalan dengan langkah serupa dari AS, Uni Eropa, dan Kanada dalam menghadapi kelebihan pasokan baja dari China. Di Uni Eropa, peningkatan tarif dan pengurangan kuota juga telah diusulkan.
Pekerjaan untuk transisi ke tungku busur listrik yang lebih ramah lingkungan telah dimulai oleh Tata Steel. Meski biaya energi dan isu lain masih membebani sektor ini, diskusi dengan pemerintah Inggris menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Alasdair McDiarmid dari serikat pekerja Community menanggapi keputusan ini dengan optimisme, menekankan bahwa keterlibatan pemerintah merupakan langkah yang positif. Hal ini dibenarkan oleh Menteri Pertama Wales, Eluned Morgan, yang menyatakan strategi ini sebagai kabar baik bagi komunitas baja di wilayah tersebut.
Referensi:
- The Guardian, UK to double steel tariffs to 50% to save plants from collapse. Diakses 19 Maret 2026
Featured Image: GPT Image 1.5












