Gotrade News - Wall Street ditutup di rekor tertinggi sepanjang masa setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kerangka gencatan senjata. Indeks S&P 500 dan Nasdaq menorehkan kenaikan sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Kamis (29/5/2026).
Sentimen risiko membaik karena ancaman gangguan pasokan minyak global mereda secara signifikan. Investor saham AS juga didorong optimisme belanja kecerdasan buatan yang terus memperluas reli pasar.
Key Takeaways
- S&P 500 dan Nasdaq tutup di rekor tertinggi sepanjang masa setelah kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
- Harga minyak Brent jatuh sekitar 3 persen ke bawah USD72 per barel setelah risiko geopolitik mereda.
- Reli juga ditopang optimisme belanja kecerdasan buatan dan pemulihan rute penerbangan di Timur Tengah.
Menurut Bloomberg, reli pasar saham AS berlanjut ke sesi ketiga pada Kamis ini. Optimisme belanja kecerdasan buatan menjadi pendorong utama selain harapan kesepakatan damai di Timur Tengah.
Indeks acuan SPDR S&P 500 ETF (SPY) mencatatkan penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan kemarin. Indeks teknologi yang dilacak Invesco QQQ Trust (QQQ) juga ikut menembus rekor baru.
Pemicu Reli Wall Street
Dilansir Quartz, Washington dan Teheran menyepakati kerangka gencatan senjata pada Rabu malam waktu setempat. Kesepakatan tersebut langsung memicu pelepasan premi risiko geopolitik di pasar global.
Harga minyak Brent jatuh sekitar 3 persen dan menembus ke bawah level USD72 per barel. Penurunan ini menjadi katalis negatif jangka pendek bagi saham produsen energi terintegrasi.
Saham Exxon Mobil (XOM) menjadi salah satu yang paling tertekan di sektor energi pada sesi tersebut. Tekanan serupa juga membayangi sentimen jangka pendek terhadap emiten minyak terintegrasi lainnya.
Melansir Investing.com, futures indeks utama sudah menguat sejak pre-market Kamis pagi. Pembaruan terkait kesepakatan Timur Tengah menjadi katalis utama pergerakan sesi pembukaan.
Maskapai penerbangan global mulai memulihkan rute yang sebelumnya dialihkan akibat ketegangan di kawasan tersebut. Pemulihan rute ini menjadi sinyal awal normalisasi aktivitas ekonomi lintas batas di Timur Tengah.
Risiko yang Membayangi
Pelaku pasar menilai kerangka gencatan senjata masih berada di tahap awal dan rentan terhadap kejutan negatif. Eskalasi ulang akan mengembalikan premi risiko geopolitik ke harga minyak dan aset berisiko global.
Sektor energi menghadapi tekanan jangka pendek seiring koreksi harga minyak mentah yang cukup dalam. Investor di emiten seperti Exxon Mobil perlu mencermati arah harga minyak dalam beberapa pekan mendatang.
Di sisi lain, reli yang ditopang belanja kecerdasan buatan rentan terhadap revisi proyeksi laba emiten teknologi besar. Konsentrasi reli pada segelintir nama besar juga meningkatkan risiko volatilitas indeks acuan.
Bagi investor saham AS, kombinasi rekor indeks dan koreksi minyak menciptakan peluang sekaligus risiko rotasi sektor. Diversifikasi antara eksposur teknologi luas dan energi tetap menjadi pertimbangan penting dalam jangka menengah.












