Saham Chip Asia Bergejolak: Samsung Mogok, TSMC Kurangi Saham

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saham Chip Asia Bergejolak: Samsung Mogok, TSMC Kurangi Saham

Share this article

Gotrade News - Sektor chip Asia menghadapi tekanan ganda pada Senin, 18 Mei 2026, saat risiko mogok Samsung dan langkah TSMC memangkas kepemilikan di Vanguard International Semiconductor mengguncang pasar. Indeks teknologi Hang Seng TECH anjlok 2,5%, sementara saham NVIDIA (NVDA) turun 4,42% di pasar AS.

Dua peristiwa ini mengirimkan sinyal peringatan bagi investor yang terpapar rantai pasokan chip global. Risiko gangguan produksi dari Korea Selatan dan Taiwan berpotensi mempengaruhi ketersediaan chip bagi pelanggan besar seperti Advanced Micro Devices (AMD) dan NVIDIA.

Key Takeaways

  • Samsung menghadapi risiko mogok 45.000 pekerja selama 18 hari mulai Kamis, meski negosiasi masih berlangsung.
  • TSMC memangkas kepemilikan di Vanguard International Semiconductor dari 27,1% menjadi 19%, menjual saham senilai sekitar $850 juta.
  • Saham chip AS ikut tertekan karena ketergantungan pada kapasitas produksi Taiwan dan Korea Selatan.

Mogok Samsung: 45.000 Pekerja dan Ancaman Rantai Pasokan

Menurut Investing.com, Samsung Electronics dan serikat buruh Korea Selatan melanjutkan negosiasi gaji pada Senin, dengan pemerintah bertindak sebagai mediator. Serikat pekerja telah merencanakan mogok kerja selama 18 hari mulai Kamis jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan.

Lebih dari 45.000 pekerja Samsung berpotensi terlibat dalam aksi mogok ini. Pengadilan Korea Selatan sebagian mengabulkan permohonan injungsi Samsung, menetapkan denda harian 100 juta won ($72.000) bagi masing-masing serikat jika mereka melanggar ketentuan.

Perdana Menteri Kim Min-seok menyatakan pemerintah siap menempuh arbitrasi darurat untuk mencegah aksi industri. Presiden Lee Jae Myung menambahkan bahwa hak manajemen harus dihormati, namun pekerja juga berhak mendapat kompensasi yang adil.

Samsung menguasai sekitar seperempat dari total ekspor Korea Selatan. Gangguan produksi memori saat kekurangan chip global sedang akut akan memperburuk tekanan rantai pasokan untuk AI, smartphone, dan laptop.

TSMC Kurangi Kepemilikan di Vanguard International Semiconductor

Dilansir Investing.com, Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM) mengumumkan penjualan hingga 152 juta saham Vanguard International Semiconductor pada Jumat lalu. Kepemilikan TSMC akan turun dari 27,1% menjadi 19%, dengan nilai transaksi sekitar T$26,8 miliar atau $850 juta.

Saham Vanguard langsung anjlok hampir 10% ke T$159,0 pada perdagangan Senin di Taipei. TSMC sendiri terkoreksi 3,20%, meskipun perusahaan menegaskan penjualan ini tidak memengaruhi hubungan strategis dengan Vanguard.

TSMC menjelaskan bahwa kerja sama lisensi teknologi gallium nitride dan outsourcing produksi interposer akan tetap berlanjut. Namun pasar merespons negatif karena penurunan kepemilikan ini dinilai sebagai sinyal berkurangnya komitmen TSMC terhadap Vanguard.

Bagi investor saham chip AS, kedua perkembangan ini mempertegas risiko ketergantungan pada kapasitas produksi Asia. Performa NVDA dan AMD dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada kelangsungan rantai pasokan dari Taiwan dan Korea Selatan.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade