Wall Street Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Melemah

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Wall Street Bervariasi, Nasdaq dan S&P 500 Melemah

Share this article

Gotrade News - Wall Street ditutup beragam pada akhir pekan dengan Nasdaq Composite dan S&P 500 melemah akibat tekanan harga minyak. Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,78 persen ditopang saham defensif dan sektor energi.

Lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi pemicu utama tekanan jual. Investor merespons negatif sinyal inflasi yang berpotensi menahan ruang pemangkasan suku bunga Federal Reserve.

Key Takeaways

  • Indeks Dow Jones menguat 0,78 persen, sementara Nasdaq turun 0,52 persen dan S&P 500 melemah 0,01 persen.
  • Lonjakan harga minyak mentah dan kenaikan imbal hasil obligasi AS menekan saham teknologi berkapitalisasi besar.
  • Pelaku pasar mencermati arah kebijakan Federal Reserve di tengah sinyal inflasi yang masih persisten.

Menurut Kompas, indeks Nasdaq Composite turun 0,52 persen sementara S&P 500 nyaris flat dengan koreksi tipis 0,01 persen. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik 331 poin atau setara 0,78 persen ke level tertinggi sesi.

Saham teknologi berkapitalisasi besar menjadi penekan utama indeks Nasdaq pada perdagangan tersebut. Investor memilih merotasi posisi ke sektor defensif dan energi yang dianggap lebih tahan terhadap tekanan inflasi.

Tekanan Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi

Dilansir Katadata, harga minyak mentah Brent kembali menembus level psikologis dan menambah kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran biaya produksi korporasi dan daya beli konsumen.

Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik mendekati level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan yield menekan valuasi saham pertumbuhan, terutama sektor teknologi yang menjadi bobot besar di indeks Invesco QQQ Trust (QQQ).

Sektor energi menjadi penopang utama indeks SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) di tengah pelemahan saham teknologi. Rotasi sektoral ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek suku bunga.

Melansir Kabar Bursa, sentimen pelaku pasar masih dibayangi data ekonomi AS yang menunjukkan ketahanan konsumsi. Hal tersebut memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih lama.

Indeks SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA) mencerminkan performa Dow yang ditopang saham industri dan keuangan. Sektor ini relatif diuntungkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi dalam jangka pendek.

Arah Kebijakan The Fed

Pelaku pasar kini mencermati pernyataan pejabat Federal Reserve terkait arah kebijakan moneter ke depan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini berpotensi tergerus jika tekanan inflasi terus berlanjut.

Data inflasi dan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis pekan ini menjadi katalis penting bagi arah Wall Street. Investor berharap data tersebut memberi sinyal yang lebih jelas mengenai jalur kebijakan The Fed.

Volatilitas pasar diperkirakan masih meningkat dalam beberapa sesi mendatang. Investor disarankan mencermati pergerakan harga komoditas energi dan imbal hasil obligasi sebagai indikator utama.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade