Wall Street Merah, Aset Komoditas Justru Catat Lonjakan Tajam

Wall Street Merah, Aset Komoditas Justru Catat Lonjakan Tajam

Share this article

Gotrade News - Wall Street mencatat penutupan yang kurang menggembirakan akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Presiden AS Donald Trump kembali mengancam penerapan tarif impor baru yang menargetkan sekutu Eropa.

Kondisi ini memicu peralihan arus modal yang signifikan dari pasar saham menuju aset komoditas. Investor perlu memahami pergeseran ini sebagai sinyal perlindungan nilai di tengah volatilitas pasar.

Key Takeaways

  • Ancaman tarif terhadap negara Eropa menekan indeks utama seperti S&P 500 dan Dow Jones.

  • Cuaca musim dingin ekstrem di AS melambungkan harga gas alam karena gangguan pasokan.

  • Logam mulia seperti emas dan perak menjadi pilihan utama investor sebagai aset aman.

Laporan dari Zacks menyebutkan bahwa S&P 500 melemah 0,4 persen dan Dow Jones turun 0,5 persen. Penurunan ini terjadi seiring memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

Ketegangan berpusat pada perselisihan "Greenland row" yang memicu ancaman bea masuk baru. Pemerintah AS berencana mengenakan tarif 10 persen hingga 25 persen pada delapan negara Eropa.

Laporan terpisah bahkan menandai potensi tarif hingga 200 persen khusus untuk ekspor dari Prancis. Situasi ini mendorong investor mencari perlindungan pada aset yang tidak berkorelasi langsung dengan saham.

Emas menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari sentimen penghindaran risiko ini. SPDR Gold Trust (GLD) tercatat melonjak 8,4 persen pada pekan lalu akibat tingginya permintaan safe haven.

Faktor Cuaca dan Pasokan

Selain emas, gas alam mencatatkan kenaikan harga yang sangat drastis dalam perdagangan terakhir. United States Natural Gas Fund (UNG) dilaporkan naik hingga 35,2 persen di tengah badai musim dingin.

Data Trading Economics menunjukkan bahwa cuaca ekstrem telah menghentikan hampir 10 persen produksi gas AS. Gangguan pasokan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan permintaan untuk kebutuhan pemanas ruangan.

Kenaikan juga terjadi pada sektor logam industri dan mulia lainnya seperti platinum dan perak. Platinum Trust (PLTM) naik 20,8 persen didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS.

Sprott Silver Miners ETF juga mencatatkan kenaikan 17,0 persen seiring ketatnya pasar fisik perak. Pembelian ritel di China dan India turut memperkuat posisi perak sebagai aset investasi alternatif.

Palladium turut menguat 13,3 persen ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir menurut Trading Economics. Risiko gangguan rantai pasok dari ketegangan dagang Kanada-China menjadi pemicu utama kenaikan ini.

Pola pergerakan ini menunjukkan bahwa diversifikasi ke komoditas menjadi strategi krusial saat ini. Ketidakpastian geopolitik tampaknya masih akan menjadi faktor dominan penggerak pasar dalam waktu dekat.

Harga perak sedang dalam tren kenaikan kuat akibat tingginya permintaan industri dan statusnya sebagai aset pelindung nilai. Jangan lewatkan momentum ini untuk mendiversifikasi portofolio kamu.

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade